Surat Untuk Pater Thobi Kraeng, SVD – Hari Ini – Selamat Berbaring Abadi di Rahim Bumi

Oleh: Pater Fritz Meko SVD 

 

Hari ini konfraterku dan teman diskusiku yang bernas P. Thobi Muda Kraeng, SVD akan “beralih” tempat di RAHIM BUMI.

* Di sana tidak ada kamar dengan deretan buku segala judul
* Di sana tidak ada meja dengan laptop sony dan beberapa buku referensi untuk dirujuk
* Di sana tidak ada tempat tidur empuk yang menatang tubuhmu di saat berbaring lelah.
* Di sana tidak ada washtafel untuk membasuh muka dan sikat gigi
* Di sana tidak ada kamar mandi untuk mendapat kebugaran tubuh dan toilet untuk kelegaan perut
* Di sana tidak ada lemari untuk menyimpan rapi semua pakaianmu
* Di sana tidak ada cermin untuk menata rambut dengan belah samping yang elegan

Engkau akan mengalami proses “seleksi bumi” dari THOBI yang cerdas, ganteng, tampan, wibawa, anggun, menjadi THOBI yang perlahan “hancur” dan menjadi TULANG tanpa ikatan isi, urat, saraf. Tanpa darah, air mata, keringat dan tanpa ingus.

Semuanya akan “musnah” menjadi TANAH yang adalah “moyang-nya” materi tubuh manusia.

Dari tanah tercipta SI MANUSIA THOBI KRAENG. Dan kini Si Manusia Thobi Kraeng kembali menjadi tanah.

Misteri apakah yang ada di balik kenyataan ini? Misteri seleksi alamiah? Misteri kehendak Sang Pencipta? Misteri kekuatan kosmik? Atau misteri mistik tak terjangkau nalar?

Ah…..saudaraku THOBI, merebahlah dengan beku dalam kandungan bumi.
Engkau memang tidak merasa sakit lagi atau merasa sedih lagi. Engkau sudah bebas dari segala-galanya.

Hanya, entah ke mana Jiwa dan Rohmu “bertandang?” Melayang saja? Menyudut di balik pojok tertentu? Menyelam atau berdiri di atas dataran yang luas, sejauh mata memandang?

Ah…..saya hampir lupa, bahwa engkau seorang IMAM yang pernah belajar tentang TUHAN ALLAH dengan segala OMNI POTENSNYA (kemahakuasaan-Nya). Engkau pernah belajar tentang, dari mana manusia dan ke mana nanti ia akan pergi selamanya.

Engkau pernah belajar tentang surga, api penyucian dan api neraka. Maka, mungkinkah apa yang pernah engkau pelajari, tidak kau alami sekarang ini? Paling tidak engkau sedang antri di PINTU SURGA?

Ah…..Thobi…Selamat antri di pintu SURGA. Engkau kini sedang mengalami guyonan kita dulu tentang antri di pintu surga, sambil menanti St. Petrus memanggil satu persatu para antrian. Sabar ya. Jangan terpancing emosi, bila St. Petrus membentak engkau.

Bila sudah berhasil masuk surga, coba carilah mereka yang memiliki kemiripan hoby denganmu yakni para penulis. Dekatilah para penulis Injil: Mateus, Markus, Lukas, Johanes.

Cobalah diskusi dengan mereka. Hasil diskusinya tolong sharingkan kepadaku melalui mimpi tidurku. Siapa tahu, aku akan menulisnya secara elok dalam buku dengan bingkai emas.

Atau dekatilah juga para psikolog yang seprofesi denganmu, dan diskusilah tentang teori-teori psikologi yang belum pernah diformulasikan menjadi teori yang menakjubkan. Silahkan bisikan dalam mimpi tidurku.

Thobi…..Terimakasih untuk kebersamaan kita selama 8 tahun 7 bulan di SOVERDI SURABAYA. Engkau sungguh “manusia bernas” yang darinya saya dapat “mencuri” banyak hal.

Engkau luar biasa untuk sebuah persahabatan konstruktif, yang dayanya dapat kita bersitkan pada umat yang kita layani.

Titip salam buat konfrater yang sedang minta ceriteramu tentang kami yang masih berziarah di dunia ini.

Dan sampaikan kepada ALLAH bahwa kami masih setia dan mencintai DIA, walau dosa dan kesalahan masih tetap mengintai langlah-langkah kami.

Ok….Thobi….jadilah pendoa bagi kami dan “tegurlah” kami melalui mimpi kami, bila jalan hidup kami mulai keluar dari rel-rel kebenaran. **

* Soverdi KUPANG, 21 September 2017
Maafkan, saya tidak menyaksikanmu di saat engkau pergi abadi

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *