Soft Opening Serambi Pustaka SimpaSio Institut

Walau cuaca tidak bersahabat, mendung dan hujan, tidak mengurungkan niat sahabat – sahabat SimpaSio Institut untuk menghadiri acara Soft Opening Serambi Pustaka SimpaSio Institut. Tanpa pengguntingan pita juga tidak ditandai dengan penabuhan gong, bersama sahabat – sahabat SimpaSio dilangsungkan diskusi sebagai cara untk menyatakan dengan resmi dimulainya pelayanan perpustakaan dan taman baca Serambi Pustaka, Rabu, 28 Februari 2018.

Diskusi menampilkan tema “Gerakan Literasi Melalui Perpustakaan dan Taman Baca”. Pertanyaan, apa penting perpustakaan dan taman baca di tengah maraknya pembangunan perpustakaan sekolah dan adanya perpustakaan daerah. Diskusi dipandu Bernard Tukan, Direktur SimpaSio Institut. Peserta yang hadir 63 orang walaupun ada yang datang setelah diskusi. Peserta merupakan keterwakilan dari sejumlah sekolah yang ada di Larantuka mulai dari guru tingkat taman kanak – kanan sampai dengan SMTA. Tampak peserta sangat antusias, sepertinya ingin mencari jawaban apa yang akan terjadi. Peserta pun bersemangat dalam diskusi tersebut.

Menariknya peserta diskusi tidak memberikan jawaban atas pertanyaan tentang pentingnya perpustakaan swasta di luar perpustakaan sekolah dan perpustakaan pemerintah. Yang mengemuka dalam diskusi itu justru persoalan kurangnya minat baca baik pelajar maupun masyrakat. Tampak ironis di tengah maraknya perpustakaan dibangun di mana – mana namun belum bisa mendongkrak minat baca.

Khusus menyangkut persoalan literasi di sekolah ditenggarai dengan adanya kekeliruan orientasi pendidikan dan kesalahan pelaksanaan pendidikan di sekolah. Bila motivasi itu dipicu oleh kebutuhan maka penyelenggaraan pendidikan sekolah yang sangat naif tidak menantang peserta didik untuk gemar membaca. Maklumlah sekolah cenderung konsentrasi pada penguasaan materi ajar yang akan dijadikan soal – soal ujian. Pendidikan masih berorientasi pada mendapat ijazah dan gelar serta belum sungguh – sungguh mengembangka potensi siswa – siswi untuk dapat memecahkan persoalan – persoalan kehidupan. Maka untuk suksesnya gerakan literasi di sekolah perlu pembenahan orientasi dan pelaksanaan pendidikan di sekolah.

Demikan hal – hal yang dpaat disimpulkan sahabat – sahabat simpasio kurang lebih satu setengah jam.

Setelah selesai diskusi peserta kegiatan berkesempatan untuk mengamati koleksi buku Serambi Pustaka SimpaSio Institut. Terkesan telah terbangun komitmen untuk berjalan bersama, melengkapi yang kurang dalam pendidikan sekolah. Disepakati, SimpaSio tidak hanya memiliki layanan perpustakaan dan taman baca tapi juga membuka ruang diskusi bagi para pendidik untuk menyukseskan gerakan literasi.(Eda Tukan)