Sari Firman

MINGGU BIASA  22

Dekatnya Tuhan dan Ibadah Sejati.”
  1. Dalam wasiatnya kepada Umat Israel Musa berkata: “Bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti Tuhan Allah kita, setiap kali kita berseru kepada-Nya?” (Ul. 4:7). Lebih dahsyat dari pada pengalaman iman Musa dulu: Dalam Perjanjian Baru Allah sendiri telah datang, menjelma jadi manusia dalam diri Yesus Almasih, dan tinggal di tengah kita.
  2. Nas Injil Markus (7:1-8.14-15.21-23):

Yesus mengecam praktik keagamaan orang-orang Farisi, yang sangat menekankan ritus-ritus lahiriah, menyangkut soal haram dan halal, najis dan tahir. Dengan tegas Yesus menyatakan bahwa yang menajiskan manusia bukanlah apa yang kita makan, melainkan segala tindakan keji yang keluar dari lubuk hati yang jahat. 

3. Yesus mengajar murid-murid-Nya bahwa ibadah yang sejati hanya dilaksanakan dalam tindakan kasih, sebagai mana ditulis oleh Rasul Yakobus: “Ibadah sejati dan tak bercela di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengujungi yatim piatu dan janda2 dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya diri sendiri tidak dicemari oleh dunia.” (Yak. 1:27)

4.  DOA

+ Tuhan, sucikanlah lubuk hati kami dengan Roh-Mu Yang Kudus, agar kami pantas membawakan ibadah sejati dalam tindakan kasih + Amin