Sari Firman Minggu Biasa ke 17

 

Pater Leo Kleden SVD

Bacaan: Injil Yoh 6:1-15

  1. Yesus memperbanyak roti untuk orang-orang lapar karena belaskasih-Nya. Dia tidak pernah membuat mukjizat seperti ini untuk kepentingan diri sendiri. Dulu tatkala berpuasa di gurun, Yesus lapar, dan setan mencobai Dia untuk mengubah batu jadi roti. Tapi Yesus menolak.
  2. Kini orang-orang lapar membutuhkan uluran tangan-Nya. Bagaimana bisa menolong ribuan orang ini? “Roti seharga 200 dinar (sekitar 10 juta rp) tidak akan cukup untuk mereka ini…” kata Filipus . Andreas menyambung: “Di sini ada seorang anak yang punya lima roti jelai dan dua ikan, tapi apa artinya untuk orang sebanyak ini?”
  3. Roti jelai adalah roti orang-raong miskin dgn mutu paling sederhana. Tapi krn si anak menyerahkan itu ke tangan Tuhan, Ia mengubahnya menjadi santapan yg melimpah ruah utk ribuan org itu.
  4. Tuhan membutuhkan kerja sama manusia untuk menyelamatkan manusia. Kalau kita rela memberikan apa yang kita punya ke tangan Tuhan, Ia akan mengubah yang sedikit itu menjadi sarana penyelamatan bagi banyak orang.
  5. DOA

+ Tuhan, ajarlah kami kedermawanan hati, makna rohani mukjizat ini: Harta benda yang  dibagi berkurang, tapi amal kasih yang dibagi selalu bertambah. + Amin