Sari Firman Minggu Biasa 28

        Pater Leo Kleden SVD

Bacaan

Keb. 7: 7-11, Mrk 10: 17-30.

1. Bacaan Pertama ini adalah madah pujian bagi roh kebijaksanaan, yang tak ternilai keagungannya: “Sebab segala emas di bumi hanya pasir saja di hadapannya, dan perak dianggap lumpur belaka di sampingnya.” Yang mencintai roh kebijaksanaan, harus mengutamakan dia di atas segala-galanya. “Namun demikian, besertanya datang pula kepadaku segala harta milik. Dan kekayaan tak tepermanai ada di tangannya.”

2. Injil berkisah tentang seorang pemuda kaya yang berlari-lari datang menemui Yesus. Dalam dialog dengan Yesus dia menegaskan bahwa ia sudah setia menjalankan perintah-perintah Tuhan sejak masa mudanya. Apa yang masih kurang? Yesus menjawab: “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” Panggilan Yesus ini adalah panggilan yang radikal. Mendengar perkataan Yesus ini dia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih karena hartanya banyak. Keterikatan hati pada harta benda menghalangi dia menemukan harta rohani yang tak ternilai dalam Yesus Sang Sabda, Sumber Kebijaksanaan.

3. Lalu Petrus berkata: “Kami telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau. ” Yesus menjawab murid-murid-Nya dengan menjanjikan ganjaran seratus kali lipat di dunia ini serta jaminan hidup yang kekal.  Namun hal ini hanya dialami oleh mereka yang berani mengikuti Yesus Tuhan secara radikal, dan membebaskan batinnya dari keterikatan pada belenggu harta benda. Seperti dikatakan St. Teresa Avila: “Solo Dios basta”, “Hanya Tuhan cukuplah.” Karena dalam Tuhan ia memiliki segalanya.

4. DOA

+ Yesus Tuhan, kuduskanlah mereka yang telah Kaupanggil secara khusus, agar mereka setia mengabdi-Mu dengan tulus dan menjadi berkat bagi sesama + Amin