Sari Firman Minggu Biasa 27

       Pater Leo Kleden SVD

Bacaan

Kej 2:18-24, Mrk 10:2-16

Kekudusan dan Kesetiaan Cinta

1. Menurut Kitab Kejadian, pada awal mula Tuhan menciptakan manusia dari debu tanah (bah. Ibrani: adamah). Maka dia yang diciptakan dari ‘adamah’ itu dinamakan Adam. Adam melambangkan kemanusiaan yang satu dan sama. Dari dia yang satu itu Tuhan menjadikan dua pribadi: Isy (laki2) dan Isya (perempuan). Keduanya menemukan belahan diri di dalam yang lain dan berkata: “Inilah dia, tulang dari tulangku, daging dari dagingku”.

2. Ketika orang-orang Farisi mempersoalkan masalah perceraian, Yesus merujuk kembali kepada kisah penciptaan dan menegaskan: “Apa yang dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”Dengan itu Kristus meneguhkan kekudusan dan kesetiaan cinta dalam perkawinan.

3. Nas Injil Minggu ini diakhiri dengan kisah Yesus menerima, memeluk dan memberkati anak-anak. Teladan Yesus mengingatkan para orang tua dan kita sekalian untuk menjadikan keluarga sebuah lingkup suci di mana anak-anak tumbuh dan berkembang sebagai warga Kerajaan Allah. Karena Kristus telah wafat untuk menguduskan kita menjadi saudara-saudari-Nya (Ibr 2:9-11).

4. DOA

+ Tuhan, berkatilah dan sucikan keluarga-keluarga kristiani menjadi sebuah rumah yang kudus untuk-Mu, di mana cinta suami isteri diteguhkan, tempat anak-anak tumbuh dan berkembang menjadi putra-putri Bapa dan saudara-saudari Yesus + Amin