Sari Firman Minggu Biasa 18: Yesus Roti Hidup

               Pater Leo Kleden SVD

Bacaan: Kel. 16:2-4.12-15, Yoh 6:24-35

1. Dalam pengembaraan di padang gurun Tuhan memberi manna dari langit kepada umat Israel. Sebetulnya dalam pengembaraan hidup di bumi ini semua kita pun mendapat rezeki sehari-hari dari tangan-Nya, tapi sering kita abai melihat keajaiban kasih karunia-Nya dan karena itu lupa bersyukur.

2. Injil hari Minggu ini adalah lanjutan kisah perbanyakan roti. Ketika orang-orang Yahudi yang sudah mengalami mukjizat perbanyakan roti mencari Yesus lagi, Ia menegur mereka dan mengarahkan hasrat manusia dari roti fana semata-mata kepada roti hidup kekal.

3. “Tuhan berikanlah kami roti itu senantiasa”, kata mereka. Yesus menjawab: “Akulah roti hidup. Barangsiapa datang kepada-Ku ia tidak akan lapar lagi,..”

4. Sejatinya riwayat sepotong roti adalah riwayat perjuangan hidup banyak orang: Riwayat petani-petani ladang gandum, buruh pabrik penggilingan, pedagang terigu, tukang roti, dan riwayat kita yang memakannya.

5. Dalam wujud sepotong roti Yesus mengambil bagian dalam nasib hidup manusia yang fana tapi serentak Ia mengubah kita untuk ambil bagian dalam hidup-Nya yang kekal.

Dari mukjizat perbanyakan roti, Yesus menghantar kita perlahan-lahan kepada misteri yang lebih agung: Persatuan dengan Tuhan dalam misteri Ekaristi.

 6. DOA

+ Tuhan, kami percaya bahwa Yesuslah Roti Hidup kekal. Berilah kami Roti itu supaya kami tidak lapar lagi + Amin