Romo Bukan Pemberi Harapan Palsu-Tabisan Imam Projo Keuskupan Surabaya

14303684_1175572065833387_1190267684_o

Gereja Hati Kudus Yesus  (HKY) Surabaya,  pada tanggal 08 September 2016, pukul 17.00. menjadi saksi untuk suatu janji suci: 6 diakon bersumpah setia menjadi imam Tuhan.

Keenam orang diakon yang ditabiskan itu, yakni (1) Fransiskus Xaverius Prathama Adi, kelahiran Blitar; (2) Yohannes Sentosa, kelahiran Surabaya;(3) Michael Dona Lozarend, kelahiran Nganjuk; (4) Stevanus devi Christiawan, kelahiran Mojokerto; (5) Yohanes Vincentius Darmokusumo Atmojo Sugoharto, kelahiran Kediri; (6) Yuventius Devi Ghawa, kelahiran Magetan.

Misa pentabisan imam baru, dipimpin oleh Uskup Keuskupan Surabaya, Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono.  Dalam kotbahnya Monsinyur mengingatkan para imam mudanya, demikian:

“Menjadi imam itu berati kita menjadi pendoa. Untuk itu orientasi seorang imam bukan mengejar karier dan sukses, orientasi kita pada manusia, kita menjadi jembatan yang mengantar umat pada Tuhan. Para imam harus bisa mengatasi egosentrisme. Kalau salah, akui salah. Kalau terlambat misa, katakan kepada umat ‘permohonan maaf.’ Seorang imam juga harus bisa diandalkan. Umat akan selalu membutuhkan kehadiran seorang imam. Kapan saja Anda dibutuhkan harus siap, terlebih untuk umat yang membutuhkan perminyakan di saat-saat kritis hidupya.  Selain itu, kehadiran seorang iman di tengah umat harus bisa menjadi pemberi harapan bagi mereka yang kehilangan harapan. ”

Pemberi harapan yang dimaksud monsinyur ini erat kaitannya dengan kesediaan seorang imam untuk memberi perhatian kepada umat, meyakinkan mereka bahwa Tuhan mencintai mereka. Bukan sebaliknya, memberi harapan palsu, tentang janji-janji yang tidak mungkin mereka penuhi karena panggilan hidup mereka. “Seorang imam harus mengenal dirinya sendiri dan keterbatasan yang dimiliki.”

Monsinyur menyebut bahwa jumlah imam projo Keusukupan Surabaya kini jumlahnya sudah lebih dari 100 imam. “Meskipun jumlah imam makin banyak, tetapi belum bisa melayani umat secara maksimal karena jumlah umat di Keuskupan Surabaya kian hari kian bertambah banyak.” Besar harapan Monsinyur agar makin banyak anak muda yang bersedia menjadi imam Tuhan.  (Bill Halan)