Kasih yang Berkelimpahan

yesus2520penuh2520kasih

Oleh: Baltazar Asa

Teks Injil:  ( Yoh 15:9-17)

 

Selamat berjumpa lagi dan salam satu hati dalam Sang Sabda.

Para pencinta kabar misionaris yang saya kasihi.  Hari ini injil Yohanes mengulas khusus tentang perintah Yesus agar kita saling mengasihi. Saya mengajak kita sekalian untuk memahami apa itu kasih.

Pendapat dari beberapa literatur mengatakan, kasih adalah perasaan suka, sayang dan cinta. Dalam hal ini, kasih merupakan suatu kekuatan dari seseorang kepada yang lain tanpa memandang sisi lemahnya. Ada juga yang mengatakan bahwa kasih adalah sikap terbuka kepada subjek lain untuk hadir sebagaimana mestinya.

Sedangkan berkelimpahan adalah istilah lain untuk menegaskan situasi, sangat banyak, berlebih-lebihan. Perintah Yesus ini mau menegaskan kepada kita bahwa barang siapa yang menjalankan kasih maka ia akan hidup dalam berkelimpahan.  Ia akan mendapat mendapatkan lebih banyak dari apa yang ia harapkan.

Para pencinta kabar misionaris yang saya kasihi. Saya akan berbagi dengan Anda sebuah pengalaman hidup, sebagai pijakan refleksi untuk mendalami injil hari ini.

Selama ini saya mengabdikan diri sebagai guru di salah satu sekolah. Awalnya saya sangat ragu dan acuh tak acuh dengan teman-teman dan kadang saya berpikir negatif tentang mereka. Merekapun demikian, namun dalam perjalanan waktu saya mencoba membuka diri dan melihat mereka sebagai sahabat, rekan kerja yang bersama-sama mengembangkan lembaga pendidikan tempat kami mengabdikan diri.

Tak lama berselang, semua prasangka buruk diganti dengan sebuah relasi intim di antara kami. Setiap hari kami lalui dengan berbagai canda dan tawa ria. Pada tahap ini, ruang pemisah di antara kami telah tiada. Sekarang aku dan mereka bisa saling curhat layaklah sebagai sahabat bukan karena kerja tetapi memang persahabatan yang telah sampai di hati.  Dengan demikian, ketika ada salah satu rekan yang tidak masuk sekolah pasti rekan guru yang lain akan mencari informasi tentang alasan ketidakhadirannya.

Secara pribadi, saya merasa sangat terbantu dengan suasana kasih dan persahabatan semacam ini. Karena, ketika saya mengalami kesulitan, pasti ada yang menolong, ketika saya ketiadaan makanan atau uang,  pasti sebagian ibu guru yang dengan senang hati mau membantu. Dan bahkan hampir setiap hari ada yang bertanya, hari ini kamu  makan apa? Apakah persediaan di kos masih ada? Apakah masih ada uang yang cukup? Bagaimana tidur di kos? Aman? Kalau ada waktu jalan-jalan ke rumah ya.

Secara pribadi saya rasa tersentuh dengan pertanyaan – pertanyaan semacam ini. Selain itu, mereka juga bertanya tentang cara menghadapi anak-anak kota. Apakah sudah merasa nyaman mengajar anak-anak? Dan bahkan ada yang meneguhkan bahwa mereka itu anak-anak kita. Orang tuanya menitipkan mereka untuk kita.

Pada tataran ini, saya merasa suatu aliran kasih dari orang lain kepada saya. Saya rasa bahwa saya berharga di mata mereka. Saya merasa bahwa ada teman yang selalu mendukung dan memberikan peneguhan kepada saya dikala kesulitan hidup yang datang menghampiri. Dengan demikian, saya tidak ragu untuk mengasihi orang lain dan menganggap mereka sebagai saudara dan saudariku.

Pada hari ini, Yesus memberi perintah agar kita berbuat kasih. Dalam ayat 9, Yesus menegaskan,” seperti Bapa telah mengasihi aku , demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasihKu itu”.

Setelah semua orang tinggal dalam kasih, Yesuspun menegaskan agar orang-orang yang tinggal dalam kasih itu juga harus saling mengasihi (bdk ay11 -13). Sebab, syarat untuk menjadi sahabat Yesus adalah saling mengasihi sebagaimana Yesus mengasihi diri mereka yang tinggal di dalam kasih itu ( bdk ay 14- 15). Dengan demikian, orang-orang tersebut layak menjadi sahabat Yesus dan siap untuk diutus dan berbuah banyak dalam tugas dan perutusan itu (bdk ay16-17).Para pencinta kabar misionaris yang saya kasihi apakah kita sudah berbuat kasih seperti Yesus yang telah mengasihi kita?

Dalam kehidupan ini kita tidak luput dari kebersamaan di dalamnya kita bertemu dengan orang-orang. Oleh karena itu, pesan injil untuk kita adalah menjalankan hukum kasih dalam hidup kita. Menjalankan hukum kasih berarti kita mengembangkan sebuah sikap untuk bersahabat, saling mendukung, membiarkan yang lain berkembang, membantu yang lemah. Tidak saling mencurigai, membuang sikap iri hati dan pandangan buruk tentang orang lain. Dengan demikian, kita hidup dalam damai dan suka cita.

Singkatnya orang yang hidup dalam kasih akan mengalami kelimpahan. Jadi kelimpahan dalam hidup itu merupakan konsekuensi dari kasih. Barang siapa menanam kasih ia akan memanen kelimpahan sukacita dan persaudaraan. Tetapi barangsiapa yang menanam iri hati dan dengki ia akan memanen permusuhan dan kebencian. Amin!

https://brodanang.files.wordpress.com/2015/08/two_friends_love.jpg

https://gmimkamang.files.wordpress.com/2012/05/yesus2520penuh2520kasih.jpg