Renungan Hari (Sabtu 07 April 2016): Ketika Jawaban Tak Kunjung Tiba

pray1

Bacaan: (Yoh 16:23b-28)

oleh: Baltazar Asa

 

Para pencinta kabar misionaris yang saya kasihi. Sering kita menyaksikan orang-orang terlibat dalam pelbagai kegiatan doa. Mari kita renungkan, apa itu doa? Mengapa manusia harus berdoa? Dan apa reaksi Anda kalau doa yang didaraskan belum juga dijawab Tuhan?

Pada prinsipnya doa itu berarti kita berkomunikasi dengan Allah. Doa menjadi kesempatan bagi manusia untuk menyampaikan segala suka duka hidupnya sambil mendengarkan Allah yang berbicara melalui sanubari manusia. Manusia memang harus berdoa karena ia lemah. Ia memohon suatu kekuatan dari luar dirinya, yakni kekuatan ilahi

Para pencinta kabar misionaris yang saya kasihi, pernahkan doa Anda rasanya tidak dikabulkan? Apa katamu? Mengeluh? Menyesal? Memfitnah? Marah? Atau bagaimana? Kita lihat saja pengalaman kehidupan rohani yang kita alami di lingkungan, keluarga ataukah kehidupan rohani kita sendiri. Sering kita berdoa dalam nama Yesus untuk sebuah intensi tetapi terkadang jawaban tak kunjung tiba. Tentang hal ini saya punya pengalaman.

Sebelum menanggalkan jubah secara terhormat, saya membuat sebuah refleksi mengenai hidup saya di masa depan. Pilihan pertama dalam doa adalah: ke mana aku harus pergi? Dalam situasi ret-ret pribadi selama tiga hari saya mencoba membuka injil untuk menemukan jawaban. Waktu itu saya membuka dan menemukan satu kutipan tentang perintah Yesus kepada murid-murid-Nya untuk masuk ke dalam kota dan mempersiapkan perjamuan makan bagi Tuhan sebab hari raya roti tidak beragi telah tiba. Kedua orang murid Yesuspun berbuat sesuai dengan apa yang diperintahkan Yesus kepada mereka walaupun tidak mengenal orang-orang di kota. Ketika mereka tiba di kota terjawablah apa yang dikatakan Yesus.(Bdk Mark: 14;12-21).

Berdasarkan pesan injil dan keyakinan yang mendalam, saya masuk ke pulau Jawa, pusat perkembangan ilmu pengetahuan, politik dan ekonomi dll. Di pulau Jawa saya hanya mengenal segelintir orang, dalam hal ini yang lebih akrab adalah adik saya yang sedang menghabiskan studinya di kota Malang. Pilihan berangkat ke Jawa merupakan pilihan yang ekstrim karena mengikuti perintah Tuhan dalam injil. Saya harus masuk ke kota untuk mempersiapkan perjamuan bagi Tuhan.

Setelah dua bulan di kota Malang, saya mulai menyebarkan surat lamaran kerja. Delapan lamaran langsung ke perusahaan dan sekolah dan lima belas lamaran online ke perusahaan. Dari setiap lamaran tidak ada satupun yang digubris. Pada titik ini saya jenuh dan sungguh sangat stress. Sudah hampir dua bulan tapi tidak ada jawaban. Tiap hari saya melepaskan semua kegalauan di bawah jembatan layang Arjosari, sedangkan tiap malam saya termenung di depan lilin dengan air mata berlinang. Protes kepada Tuhan saya tujukkan” ah…Tuhan kapan waktunya tiba? Kapan jawaban kau berikan? Dalam iman saya telah berdoa tapi saya belum menemukan orang supaya saya mempersiapkan pesta perjamuan untukmu!

Hari pra paskah sudah tiba. Tepatnya hari rabu abu saya menerima telpon dari saudara saya Diago Neves. Ia mengatakan, sekarang segera merapat ke Surabaya karena perusahaan sedang membutuhkan orang di Lab Gigi. Tak ada rotan akarpun jadi, saya menerima tugas baru itu walaupun tidak linear dengan filsafat dan Teologi. Bermodalkan sedikit ilmu seni lukis dan komputer, saya berani kerja sebagai desainer di CV Cipta Dental. Sepanjang perjalanan dari Malang ke Surabaya, saya menebarkan senyuman manis dan bersiul sepanjang jalan, mengagungkan karya Tuhan bahwa ternyata semuanya itu tidak sia-sia.

Intisari injil hari ini adalah Yesus menjawab doa setiap orang. Syarat utama adalah percaya. Dalam injil Yohanes ayat 23 b – 28, Yesus menegaskan bahwa apa yang kita minta kepada Bapa dalam nama Yesus akan diberikan kepada kita sehingga sukacita kita terpenuhi. Persyaratan utama dalam hal ini adalah kita harus terlebih dahulu mencintai Yesus. Mencintai Yesus berarti dengan segenap hati bersatu dengan Yesus dan karya misiNya.

Saudara-saudari sekalian, dalam iman akan Kristus yang bangkit, kita harus teguh dan tekun dalam doa sambil berbuat baik. Walaupun jawaban dalam doa tidak kunjung tiba tapi kita harus punya satu sikap optimis bahwa hari esok pasti akan datang dengan kabar gembira.

Yesus tidak pernah meninggalkan kita sendirian, ia tahu bahwa kita membutuhkan hidup yang lebih baik, Yesus tahu bahwa kita membutuhkan segala sesuatu. Namun tuntutan utama yang harus kita taati adalah mencintai Yesus terlebih dahulu, dengan demikian ketika jawaban atas doa tidak kunjung tiba, kita masih memiliki Yesus dan percaya atas mujizat yang akan dilakukan oleh Yesus bagi kita. Salam dalam Sang Sabda.

Sumber foto:

https://haritsaja.files.wordpress.com/2011/07/pray1.jpg

http://data.whicdn.com/images/29647609/1c668f5670fa84364b02501f2e77a33bc65ae2768f54-5u7a8D_fw554_large.jpg