RIP Pater Gregorius Jehanus: Misionaris yang Serba Bisa

14063914_10209583401118499_7261311174247947489_n

Pada hari Sabtu, 19 Agustus 2016, Suster Angela tiba di PNG, menempuh perjalanan panjang dari Italia. Tentu saja kehadiran Suster Angela memberi makna tersendiri bagi peristiwa kedukaan ini, bahwa seorang anggota keluarga bisa hadir dan mengantar kepergian saudaranya kembali ke rumah Bapa.

Pada hari Minggu 20 Agustus 2016, Almarhum Pater Gregorius dibawa ke Paroki Mirap, paroki tempat ia berkarya, dan ia disemayamkan di sana. Umat yang mengasihinya datang dan melayat sang pastor dengan penuh kasih.

Pada hari Senin 21/06/2016, bersama umat, diadakan perayaan ekaristi untuk keselamatan jiwa Pater Gregorius SVD di Paroki Mirap. Pada hari Selasa 23/08/2016, diadakan misa pemakaman di Katerdral, Keuskupan Agung Madang untuk kemudian disemayamkan di Pemakanan SVD-SSPS Alexishafen.14034873_1022783514506931_3689988343228340092_n

Perayaan ekaristi dipimpin oleh Uskup Stefen, MSF dan Uskup Eki, Pr. Pater Liwun SVD diminta untuk berkotbah. Dalam kotbahnya, Pater Liwun mengisahkan kembali pengalaman bersama Pater Gregorius, saat mereka masih berada di bangku pendidikan.

Pater Liwun, sebagaimana yang dikisahkan Pater Jokri SVD, mengaku kagum pada kesaksian hidup Pater Gregorius sebab sebagai misonaris, Pater Gregorius telah melayani umat, tempat ia berkarya, dengan penuh kasih. Pater Gregorius juga telah menunjukkan bahwa misionaris itu harus serba bisa.

Pater Liwun mengenang, bagaimana Pater Gregorius begitu faish mengutak-atik dan memperbaiki arloji yang rusak, radio yang bermasalah. Pater Gregorius juga bisa menjahit, bisa menjadi montir, jadi tukang, dan yang terpenting ia bisa mendengarkan umatnya dengan penuh kesabaran.  Pater Gregorius melayani umatnya dengan tulus tanpa membedakan kelas sosial mereka.

14102392_10209583451199751_584314027304070495_n

Perayaan ekaristi ini dihadiri oleh sekian banyak umat. Dua puluhan pastor dan empat orang suster hadir. Sesudah kotbah dari Pater Liwun, para pastor dan suster asal Indonesia menyanyikan lagu ‘Indah Rencana-Mu Tuhan’.

Pater Jokri SVD berkomentar demikian, “Saya terharu sekali saat itu karena kami semua menyanyikan lagu ini secara spontan di tanah misi, negeri yang jauh dari tempat asal sang misionaris.“ Sekali lagi para pastor dan suster asal Indonesia menyanyikan lagi lagu berbahasa Indonesia saat Pater disemayamkan dalam kubur. “Kami bersama-sama menyanyikan lagu ‘Bawa daku ke Sion’.  Kami yakin bahwa Pater Gregoris sudah bersatu dengan Bapa di Surga. “  (Bill Halan)

Baca: Setahun Sesudah Perak Imamat

sumber foto: akun fb: Pater Jokri SVD, Bruder Martin SVD, alm. Pater Gregorius