Merawat Yang Terkecil

Rdo_small_things_with_great_love_by_faisalharoon-d61h7wjenungan Akhir Pekan

Injil: Mat: 19: 13-15

Para pencinta Kabarmisionaris yang saya kasihi. Ada sebuah kisah menarik berkaitan dengan judul refleksi akhir pekan hari ini. Saya pernah bekerja di CV. Cipta Dental, sebagai desainer, sebelum mengajar sebagai guru. Perusahaan ini bergerak dalam bidang pelayanan pembuatan gigi palsu di seluruh wilayah Indonesia, Singapura dan Timor Leste. Mengingat segmen pasar dari perusahaan ini adalah masyarakat kelas menengah ke atas maka semua peralatan pun harus memenuhi standar internasional. Contohnya saja, mesin milling di bagian laboratorium, alat itu tercanggih di seluruh negara ASEAN.

Pada suatu sore, dr. Charli (President, sekaligus pemilik CV. Cipta Dental) berbincang-bincang dengan saya di halaman depan bangunan laboratorium. Dengan gayanya yang santai dan penuh keramahan, Charli bertanya kepada saya,”Pak Baltasar, kamukan sudah S1 dalam bidang keagamaan, mengapa tidak cari kerja di daerahmu? Apa tujuan kamu datang jauh-jauh dari NTT ke Surabaya?’ Saya menjawab,” Pak dok, saya ke sini mau bekerja sambil belajar lagi, itulah tujuan saya.”

Sambil tersenyum Charli menanggapi,”Itu sebuah impian mulia, perlu tanggung jawab dan kerja keras untuk mewujudkan impian itu. Lihatlah, Lab yang ada sekarang ini dan jangkauan pasarnya, tentulah tidak sekali jadi. Dulu, saya masih menggunakan teknik yang sederhana. Dari waktu ke waktu, kami bekerja sambil berinovasi dan giat untuk memperkenalkan kepada semua orang. Atas ketekunan itulah, sekarang kita bisa nikmati hasil. Pak Baltasar barusan masuk, tapi bisa memperoleh gaji dengan standar UMR dan juga mereka yang sudah lama biasanya mendapat tunjungan dalam bentuk bonusan,”

Para pencinta Kabarmisionaris yang terkasih. Charli telah mulai usahanya dengan teknik sederhana dan dalam perjalan waktu ia berkembang. Memang usaha yang saat ini berkembang baik, mula-mula diawali dengan kesediaan untuk setia merawat yang kecil (khusus bagi mereka yang pemula dengan modal yang terbatas). Pada tahap ini, seseorang harus setia dalam merawat yang terkecil itu agar ia bisa berbuah banyak dalam perjalanan waktu.

Bacan Injil  hari ini, Matius 19:13-15, berkisah tentang Yesus yang menegur murid-muridnya karena mereka menghalangi anak-anak yang mau datang kepadaNya. Pada dasarnya, bukan Yesus mau mencari perhatian publik, tetapi perbuatan para muridlah yang membuat Yesus bereaksi. “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepadaKu: sebab orang orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga (Mat 19: 14).

Yesus membiarkan anak-anak datang kepadanya. Sebab: Pertama: anak-anak itu adalah penerus generasi. Melihat pentingnya agen pewartaan misi di kemudian hari, maka Yesus ingin sekali mendekatkan diri dengan anak-anak. Hal ini dilakukan, mengingat proses internalisasi harus terjadi sejak dini. Pada tahap ini anak-anak dipandang sebagai pelaku market yang akan meneruskan urusan karya misi Yesus. Kedua, anak-anak masih polos. Pilihan mereka pun masih sangat terbatas. Yesus harus segera mewartakan karya misi kepada anak-anak agar mereka pun menjadi pewarta misi sejak kecil.

Para pencinta Kabarmisionaris yang saya kasihi. Belajar dari kisah Injil dan pengalaman dr Charli, kita diajak untuk menghargai dan merawat yang terkecil. Jangan pernah berpikir akan memperoleh kesuksesan besar jika Anda tidak setia merawat yang kecil. Segala hukum awal dimulai dari titik terkecil, pohon besar datang dari benih yang kecil. Mungkin di rumah, Anda memiliki sebuah usaha kecil. Belajarlah untuk merawat dan mengembangkan yang terkecil itu. Saat ini, pasti semua orang akan menertawakan kamu jika kamu memulai suatu usaha yang sederhana, tetapi Anda perlu optimis dan setia. Sebab kesetiaan itu akan membuahkan hasil berlimpah. (Hans Baltasar Asa)

Sumber gambar:

http://img01.deviantart.net/2356/i/2013/102/0/1/do_small_things_with_great_love_by_faisalharoon-d61h7wj.jpg