Mengenang alm. Pastor Yustin Toda, SVD (2)

ano1

Pastor Goris Bos, SVD ditabiskan menjadi imam tahun 1999. Pada tahun 2000 ia berangkat ke Ghana Afrika Barat. Kedatangannya sudah dinantikan oleh Pastor Yustin Toda, SVD.

Sebagai misionaris, Pastor Goris Bos, SVD sangat bergembira karena di tempat ia bermisi sudah ada senior yang menunggu, ia yang lebih mengenal tanah misi. “Pater Yustin suka menyajikan cerita-cerita lucu yang menghibur.” Hal ini tentu sangat menggembirakan.

Pastor Goris Bos, SVD menyadari bahwa dirinya betah tinggal di Ghana karena kehadiran Pastor Yustin. “Pater Yustin Toda, SVD dikenal sebagai pastor yang ramah, ia suka mendampingi para misionaris yang baru datang. Sosok kebapakan dan humor-humor menarik yang ia ungkapkan menjadi daya tarik sendiri.” Goris Bos mengenang.

Menurut cerita Pastor Goris Bos, Pastor Yustin Toda, SVD cepat sekali beradaptasi, komunikatif dan ia sangat menghargai budaya lokal. Beliau belajar bahasa dan nyanyian setempat, bahkan beliau ikut memperkenalkan lagu-lagu Indonesia dan lagu daerah dari Flores kepada umat yang dilayaninya.

Keakraban kedua misionaris ini juga ditunjang oleh kedekatan daerah asal mereka. Pastor Goris Bos, SVD orang Manggarai-Flores tetapi ia dibesarkan di Boawae-Ngadha, dan juga di Bajawa. Rumahnya di Bajawa tidak jauh dari rumah Pastor Yustin Toda, SVD. Sehingga kisah-kisah tentang kampung halaman pun terkadang menghiasi perbincangan mereka.

Pada tahun 2009 Pastor Bos, SVD dan Pastor Yustin, SVD bersama-sama menghabiskan liburan di Bajawa. Saat itu Pastor Yustin, SVD merayakan Pesta Perak Imamatnya-25 tahun. Selain merayakan Perak Imamatnya, kedua misionaris ini juga sempat menikmati pertandingan sepak bola bergengsi di daratan NTT, Eltari Memorial Cup, di Bajawa-Ngadha, yang saat itu dimenangkan oleh Perseftim.

“Keluarga Pastor Yustin sangat senang dengan kehadiran kami. Perayaan Perak Imamat itu menjadi perayaan syukur untuk kesetiaan beliau. Ketika kami kembali ke Ghana, tidak lama sesudah itu, berita mengejutkan datang dari tempat Pater Yustin berkarya. Beliau meninggal dunia.” Goris Bos mengenang hari yang getir itu.

Menurut cerita umat, hari itu Jumat 20 Februari 2010 sang misionaris sejati, Pastor Yustin, SVD bersama umat berjalan menuju ke sebuah bukit yang letaknya tidak jauh dari paroki.  Di atas bukit itu terpancang salib dan umat sedang melakukan jalan salib. Dalam jalan salib itu Pastor Yustin, SVD mendapat serangan dan jatuh. Beliau dibawa ke rumah sakit terdekat tetapi tidak dapat tertolong.

Paroki terakhir yang Pastor Yustin layani adalah Paroki St. John Vianney Asutsuare, Keuskupan Agung Accra. Saya pernah menghabiskan masa asistensi Natal tahun 2011 dan paskah 2012 di sana. Begitu umat tahu bahwa saya dari Indonesia umat sangat senang dan mereka mengenang kembali gembala mereka yang sangat mereka cintai, Pastor Yustin SVD.

Kematian Pastor Yustin yang mendadak waktu itu membuat Pastor Goris Bos, SVD dan banyak misionaris dari Indonesia yang berkarya di Ghana shock. Mereka datang dengan membawa duka yang dalam. Kehilangan seorang senior yang penuh kebapakan di tempat asing adalah suatu pengalaman yang tidak mudah diterima walaupun para misionaris sudah sepenuh hati menyerahkan diri dalam karya misi tetapi sisi kemanusiaan tak dapat dimungkiri.

Satu di antara para pelayat yang datang mengantar kepergian sang misionaris adalah Suster Yulia PRR. Dia adalah misionaris asal Bajawa-Ngadha yang berkarya di Kenya, Afrika Timur. Dan lebih dari itu, Suster Yulia, PRR adalah saudari kandung dari Pastor Yustin Toda, SVD.  “Sungguh sedih mengenang peristiwa itu.” Itulah pilihan dan komitmen seorang misionaris.

Pada tahun 2012 Pastor Goris Bos, SVD berlibur dan kembali ke Flores. Ia mengunjungi keluarga almarhum Pastor  Yustin, SVD. Melihat ia sendiri yang datang, keluarga kembali mengenang putra mereka yang sudah mereka relakan menjadi misionaris. Air mata tak terbendung lagi. Pastor Yustin SVD dikuburkan di Ghana tetapi kecintaan dan kesetiannya pada karya misi mengalir deras dalam diri para misionaris muda yang datang ke Ghana. Pastor Yustin SVD kami mengenangmu dalam doa (Bernard Blolong, SVD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *