Make Up Luntur, Pernikahan Bubar

 

http://kabarmisionaris.com/make-up-luntur-pernikahan-bubar.html

http://kabarmisionaris.com/make-up-luntur-pernikahan-bubar.html

Usia pernikahan kadang-kadang sulit ditebak. Satu pasang suami istri di Dubai yang belum lama berkenalan lalu menikah, dikabarkan bercerai beberapa hari sesudah itu. Ceritanya bermula dari pengalaman menjalani bulan madu di pantai nan indah.

Sebagaimana yang dikabarkan Gulf News, pasangan suami istri itu memutuskan bahwa salah satu hari saat berbulan madu, diisi dengan mandi-mandi di  laut. Saat bermain-main dengan air laut, pasangan itu bertindak layaknya adegan-adegan di film India, air diciprat-cipratkan ke wajah masing-masing. Namun, peristiwa naas itu terjadi.

Sang istri ternyata lupa menggunakan make up anti air, alhasil seluruh make up luntur. Wajah asli sang istri tampak begitu berbeda saat ia tidak menggunakan make up. Bulu mata cetarnya pun tercopot.

Sang suami langsung memutuskan untuk bercerai, dengan alasan bahwa ia tidak mengenali lagi perempuan yang ada di hadapannya. Ia juga menggugat sang istri karena sang istri tidak menginformasikan bahwa dirinya pernah melakukan operasi plastik.

Tidak ada yang paling benar dan tidak ada yang 100 persen salah dari pasangan di atas, dua-duanya punya andil dalam kasus ini. Ada dua hal istimewa yang menarik dari pengalaman ini,  ketidaktulusan untuk menunjukkan yang asli dan ketidaksanggupan untuk menerima yang asli.

Saat ini dunia kita mendewakan polesan, tidak hanya pada wajah tetapi juga pada tuturan dan sikap. Sehingga orang lebih mempersoalkan cara orang lain mengeritik ketimbang menerima isi kritik itu sendiri.

Berbeda dengan kenyataan ini salah satu tokoh penting gereja, Paulus, terang-terangan mewartakan injil dan ia dijebloskan ke penjara karena sikap ini. Kepada saudara-saudaranya ia bilang, “Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan injil sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus.” (Fil 1:12-13)

Paulus orang yang berpendidikan dan ia tentu tahu cara berdiplomasi, tetapi cara itu tidak dilakukan. Paulus tidak butuh polesan saat mewartakan, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Fil 1:21) Perlu ketulusan untuk menunjukkan yang asli dan kesangupan untuk menerima risiko atas sikap itu. (Bill Halan)