Kadang-Kadang, Rasa Panik itu Ternyata Lebih Berbahaya

http://kabarmisionaris.com/kadang-kadang-rasa-panik-itu-ternyata-lebih-berbahaya.html

http://kabarmisionaris.com/kadang-kadang-rasa-panik-itu-ternyata-lebih-berbahaya.html

Selasa  04/10/2016 (3)

Anda pernah menjadi sangat panik ketika menyadari bahwa ternyata anda sedang terjebak dalam musibah atau masalah? Seperti apa reaksi anda?

Hemmm.. kadang-kadang kepanikan itu lebih berbahaya dari musibah yang kita alami. Di Amerika, baru-baru ini, seorang pemuda berusia 25 tahun malah ditahan pihak kepolisian saat ia memberi pesan bahwa mobilnya mogok di tengah hutan. Mau tahu ceritanya?

Dalam hitungan detik, puluhan hektar Cottonwood di Amerika Serikat tiba-tiba terbakar. Kepolisian Utah segera bertindak dan mereka menemukan pelakunya, si pemuda berusia 25 tahun itu. Si pemuda itu, saking paniknya ketika menyadari bahwa mobilnya mogok di tengah hutan, segera ia membakar semak belukar untuk memberi sinyal pertolongan. Eh rupa-rupanya api merambat dan membakar 40 hektar lahan Cottonwood, pohon khas Amerika dan juga sejumlah gedung. Mau bilang apa?

Kadang-kadang kita mengorbankan banyak hal, bukan karena musibah yang kita alami, tetapi karena reaksi terhadap masalah atau musibah itu sendiri. Rasa panik itu kadang-kadang lebih berbahaya dari masalah yang sedang kita hadapi. Untuk itu, pilihan sikap itu sangat penting sebelum bereaksi.

Kepada Marta Tuhan Yesus menjawab: ”Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil daripadanya” (Luk 10:41-42) Maria duduk di kaki Tuhan dan mendengarkan apa kata Tuhan Yesus. (Bill Halan)

Sumber inspirasi cerita: Kompas Jumat 24 April 2016

Keterangan foto: pembatas rel di salah satu rel kereta api- Surabaya