Ingat SP2K: Setia Pada Perkara Kecil!

 ciri-ciri-wanita-setia Bacaan:

Am. 8:4-7; Mzm. 113:1-2,4-6,7-8; 1Tim. 2:1-8; Luk. 16:1-13 (Luk. 16:10-13).
BcO Tb. 1:1-22

Kemarin renungan akhir pekan mengangkat nasehat tentang pentingnya menghargai proses.

Baca:http://kabarmisionaris.com/anda-mau-sukses-ikuti-proses.html

Hari ini Tuhan mengajak kita untuk merenungkan empat kata kunci: setia pada perkara kecil. Tanpa penjelasan panjang lebar, keempat kata kunci ini sudah sangat jelas inti pesannya. Pertanyaannya, apa pentingnya orang harus setia pada perkara kecil? Tuhan Yesus tanpa basa-basi menegaskan demikian: “Barangsiapa setia dalam perkara kecil. Ia setia juga dalam perkara besar. ” (Luk 16:10) Mengapa Tuhan Yesus begitu yakin menegaskan hal ini, seolah-olah orang yang setia dalam perkara kecil, tidak mungkin tidak setia dalam perkara besar. Jawabannya cuman satu: cinta.

“Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain.Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon” (Luk 16:13). Orang yang setia adalah orang melakukan sesuatu dengan cinta, dan ia yang mencintai adalah ia yang melakukan suatu hal dengan penuh pengabdian.

Pernyataan Tuhan Yesus ini menjadi semacam hukum yang sering digunakan para pemimpin untuk menilai bawahannya. Contoh, seorang pemilik perusahaan, tidak akan dengan mudah memberi tanggung jawab kepada orang tertentu, jika orang itu dinilai tidak setia.  Sebaliknya, ia akan memberi tanggung jawab kepada orang yang memang layak untuk tanggung jawab itu. Orang ini dinilai setia, dan di tangannya segala ketakutan akan kerugian, diabaikan. Anda tentu mempunyai orang-orang yang Anda nilai setia, dan Anda berani mempercayakan tugas tertentu kepadanya.

Selain itu, orang yang setia dalam perkara kecil, tanpa ia sadari, kehadiran dan perilakunya diamati oleh sekian banyak orang. Tidak heran jika nama orang ini terrekam dalam benak dan alam bawah sadar mereka. Sehingga ketika orang-orang ini dimintai kesedian untuk mengusul nama tertentu untuk tanggung jawab tertentu, segera mereka akan menyebut nama orang yang memang setia dalam tugas atau perkara kecil itu. Ini salah satu rahasia jika Anda ingin diberi tanggung jawab besar di tempat tugas Anda.

Setia pada perkara kecil, adalah salah satu rahasia yang harus menjadi pengetahuan orang beriman. Sebab, Tuhan “yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” (1 Tim 2: 4) Tentu kesetiaan yang Tuhan maksudkan adalah kesetiaan pada setiap nasehat baik yang sudah Tuhan tanamkan dalam batin kita. Tokoh panutan kita dalam hidup beriman adalah Yesus sendiri.

“Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diriNya sebagai tebusan bagi semua manusia”. (1 Tim 2: 5-6). Tuhan Yesus mengisi seluruh hidupnya dengan satu sikap: setia. Ia setia pada rencana BapaNya, dan ia menjalankan rencana keselamatan dengan penuh cinta dan pengabdian.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita termasuk orang yang setia dalam perkara kecil, atau kita sering meremehkan perkara-perkara kecil? Ingat, kata kuncinya cuma empat kata: Setia pada Perkara Kecil. Buktikan!  (Bill Halan)

sumber gambar: http://www.laksani.com/wp-content/uploads/2015/04/Ciri-ciri-wanita-setia.jpg