Hamba Tuhan

Pada awal bulan Mei 2017, di tengah gerakan dan tuntutan para buruh, gereja Katolik mulai mengadakan doa-doa rosario sambil menggali kualitas-kualitas yang dimiliki bunda Maria.

Pada kesempatan ini, saya ingin mengajak para pembaca Kabarmisionaris.com untuk merenungkan ungkapan hati yang sangat dalam dari bunda Maria, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu ” (bdk. Lukas 1: 38)

Kallimat ini: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu ” akan terasa maknanya jika kita berani meletakkan kalimat itu di dalam lubuh hati terdalam dan mengucapkannya sebagai doa.

Bunda Maria saat mengucapkan kalimat ini, ia meletakkan seluruh kebebasannya dalam rancangan Tuhan. Dengan menyatakan diri sebagai hamba Tuhan, Bunda Maria pun mendapat pembenaran saat ia tidak melakukan segala hal yang tidak sesuai dengan rencana Tuhan. Melalui pernyataan ini pula, Bunda Maria, tidak bisa tidak, melakukan (action) setiap kehendak Tuhan tanpa mempersoalkan, tanpa mencari-cari alasan untuk mengabaikan rencara Tuhan – Apapun yang terjadi – Terjadilah!

Hamba, pada prinsipnya  selalu mengikuti setiap hal yang dituntut tuannya. Saat merenungkan diri sebagai hamba: muncul pula sukacita di dalam dirilu untuk melakukan setiap hal tanpa mengeluh, tanpa mencari alasan untuk mengabaikan setiap niat yang tulus. Kriterium dari tindakan saya adalah, “ entahkah tindakan ini sesuai dengan rencana Tuhan atau tidak, jika ya – lakukan, jika tidak – abaikan.

Dalam relasi dengan pengalaman hidup Bunda Maria, kita tahu bahwa bunda Maria telah membuktikan dirinya sebagai hamba yang setia, diawali dengan kesediaan untuk menjadi ibu dari Tuhan Yesus hingga menyaksikan penderitaan Putranya dan terlibat dalam kebersamaan dengan para murid Tuhan Yesus.

Mari kita belajar menjadi hamba Tuhan yang sederhana dan setia saat menjalankan setiap rencana yang dikehendaki Tuhan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *