Gara-gara Harmattan, Pastor Undur jadwal Misa

Pastor dan katekis

Pastor dan katekis

Pagi-pagi sekali, Kamis 17 Desember 2015, Stephen Asuyana, katekis Paroki St. Joseph Kintampo, Keuskupan Techiman Ghana, mendatangi pastoran dan meminta Pastor Bernardus Bere Blolong, SVD agar bisa mengundurkan jadwal misa di Stasi Abodwom yang sedianya terjadi pada jam 08.00 pagi agar bisa bergeser ke jam 10.00 pagi. Stephen Asuyana menyampaikan bahwa umat belum bisa hadir pada jam 08.00 pagi karena suhu udara pagi hari itu sangat dingin. Sesudah mempertimbangkan situasi dan kondisi, Pastor Bernardus Bere Blolong, SVD, misionaris di Ghana-Afrika Barat pun mengizinkan agar perayaan ekaristi bisa diundur.

 Bukankah di Ghana pada bulan Desember sudah masuk dalam musim panas? Mengapa umat mengeluh kedinginan?

“Di Ghana terdapat dua musim: Panas dan hujan. Misim panas periode pertama berlangsung pada bulan Desember-Februari atau Maret.  Dilanjutkan dengan musim hujan periode pertama dari bulan April-Mei. Pada bulan Juli berlangsung musim panas periode kedua. Sedangkan pada bulan Agustus-November berlangsung musim hujan periode kedua.

Di Ghana, musim panas periode pertama suhu udaranya sangat dingin. Pada saat ini wilayah Ghana terkena angin yang membawa serta debu dari gurun Sahara dan suhu udaranya sangat dingin.Pagi hari kabut tebal menyelimuti perkampungan. Umat setempat menyebut musim panas periode pertama dengan sebutan Harmattan. “

Musim Harmattan berbeda dari musim dingin. Harmattan ditandai oleh suhu yang dingin tetapi terasa kering. Suhu udara dengan mudah bisa berada pada titik terrendah 9 ° C (48 ° F) sepanjang hari, tapi kadang-kadang pada sore hari suhu udara bisa melambung setinggi 30 ° C (86 ° F). Kelembaban relatif turun di bawah 10%. Harmattan bisa menghilangkan awan, mencegah pembentukan curah hujan dan kadang-kadang menciptakan awan besar berdebu yang dapat mengakibatkan badai debu dan badai pasir. Angin ini dapat meningkatkan risiko kebakaran dan kerusakan tanaman. Interaksi Harmattan dengan angin monsun (angin yang berhembus secara periodik minimal 3 bulan dan antara periode yang satu dengan yang lain polanya akan berlawanan) dapat menyebabkan tornado.

Bagi Pastor Bernardus Bere Blolong, SVD,  karya pastoral perlu mempertimbangkan banyak aspek termasuk faktor alam, seperti Harmattan yang sangat berrisiko. Keputusan sang misionaris pun mendapat tanggapan positif dari umat. Mereka semakin mencintai misionaris asal Flores Timur ini.