Bina Relasi yang Intim

4-7

Bacaan: Injil: Luk 9:43b-45

 Salam Sp2k (Setia pada Perkara Kecil)

Para pencinta kabar misionaris yang saya kasihi. Selamat berjumpa lagi dalam renungan akhir pekan. Saya merasa sangat bangga bisa bertemu dengan Anda di akhir pekan ini. Mari kita besyukur atas anugerah kehidupan yang kita terima dari Tuhan. Semoga Anda semakin mendalam dalam iman, sukses dalam karya dan selalu dilindungi Tuhan.          

Renungan akhir pekan ini membahas tentang orang-orang yang heran karena mujizat yang dilakukan Yesus. Mereka bertanya-tanya, siapa gerangan orang ini? Apakah ia menggunakan kekuatan ilahi?

Sebelum kita masuk pada ulasan Injil, saya akan memulai dengan sebuah kisah yang pernah tertoreh dalam jejak kehidupanku. Saya pernah mengikuti sebuah perguruan silat (tenaga dalam). Di sana saya dilatih untuk mengembangkan inner power, emosi dan mental. Yang menarik dari perguruan ini adalah atraksi yang  ditampilkan sungguh memukau. Karena kami melakukan sesuatu di luar kemampuan manusia, seperti berjalan di atas beling, makan beling, berjalan di atas paku, berjalan di atas bara api, atau memecahkan botol tanpa ada luka sedikit pun.

Atraksi di atas membuat orang heran lalu bertanya, “Kok bisa ya?” Apakah mereka menggunakan black magic? Sejauh pengalaman, saya simpulkan bahwa hal itu bisa dilakukan karena: pertama, adanya latihan yang terus-menerus untuk mengasah emosi (tidak mudah marah, tersinggung, hidup baik bagi semua orang); kedua, adanya latihan untuk mengembangkan sikap berani dan mengurangi rasa takut; ketiga, harus memiliki ikatan yang intim dengan sang Ilahi (Mengembangkan sikap doa dan meditasi).

Injil hari ini mengisahkan tentang orang-orang yang heran karena Yesus mengusir roh jahat dari seorang anak yang sakit (lihat ayat sebelumnya: 37-43a). Yesus membuat mujizat karena Ia memiliki kekuatan. Kekuatan itu hadir karena Yesus menjaga relasi-Nya yang intim dengan Allah, Bapa-Nya. Yesus berkuasa atas roh jahat.

Pengalaman iman yang Yesus tunjukkan ini hendaknya memberi inspirasi bagi kita untuk meningkatkan relasi yang intim dengan Tuhan melalui doa, membaca kitab suci, setia mengikuti perayaan ekaristi, dan setia mengolah diri. Dengan demikian, energy positif senantiasa mengalir dari dalam diri kita. Kehadiran kita bisa menjadi mujizat bagi banyak orang. Ingat bina relasi yang intim dengan Tuhan.  (Hans Asa)

sumber foto: http://1ni9so435huh58o5i10eewh1.wpengine.netdna-cdn.com/wp-content/uploads/2016/04/4-7.jpg