Banyak Umat Kok Tidak Menerima Komuni?

Itu kesan Pastor Elphy Be, SVpastor Elphy be, SVDD ketika untuk pertama kalinya merayakan ekaristi di paroki Santo Fransiskus dari Asisi- Valencia, Ecuador. Sebagian besar umat yang ikut dalam perayaan ekaristi tidak menerima komuni. Ada apa? Apakah mereka belum dibaptis? Apakah mereka belum menerima komuni pertama? Atau jangan-jangan hal ini berkaitan dengan masalah perkawinan?

Sesudah perayaan ekaristi, Pastor Elphy Be, SVD langsung mencari jawaban atas pertanyaan itu. Ternyata sebagian besar umat di parokinya bermasalah dalam hal perkawinan. Banyak umat yang memiliki anak sebelum mereka menikah secara resmi di gereja. Bagi mereka tubuh Kristus dalam rupa hosti itu kudus dan diri mereka ternoda oleh dosa sehingga mereka merasa tidak layak menerima komuni. Lalu solusinya?

Tentu solusinya tidak seperti membalikkan telapak tangan. Di Indonesia ada yang namanya nikah masal. Sesudah menikah masal umat diperkenankan menerima komuni dengan persyaratan bahwa mereka harus mengaku dosa dan mendapat pengampunan atas dosa-dosa mereka. Mengapa cara ini tidak ditempuh di paroki santo Fransiskus dari Asisi- Valencia, Ecuador ?

Pastor Elphy mempertimbangkan hal itu matang-matang bahwa alternatif misa masal bisa diselenggarakan. Untuk itu, beliau mengadakan pendekatan dengan umat agar mereka mau mengaku dosa dan bersedia menerima sakramen perkawinan. Mau tahu apa jawaban umat? “Untuk apa kita menikah kalau nantinya kita bercerai lagi?” Pastor Elphy terkejut mendengar jawaban ini. Memang dalam perjalanan waktu, Pastor Elphy mengetahui bahwa dalam satu keluarga sering ditemukan anak-anak yang lahir dari ibu yang sama tetapi berbeda ayah. Strategi pastoral yang bijak sedang digarap.  Kita tunggu kisah pastor Elphy selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *