Aksi dan Kontemplasi-Kunci Hidup Beriman Dewasa Ini

3fc687_d12fd2ccd40d4e8eb8165c8f2bec196b

141 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 8 September 1875, seorang imam dan guru Matematika yang jarang tersenyum, kaku, disiplin dan sangat teliti, membuka rumah misi pertama, Serikat  Verbi Divini (SVD) di Syle Belanda. Dan tanggal ini pula dikenang sebagai hari jadi jadi Serikat Sabda Allah. Sang imam dan guru Matematika itu, adalah St. Arnold Janssen.

Arnold Janssen memilih tanggal 08 September tentu ada alasan mendasar. Gereja katolik, pada tanggal 08 September, merayakan Pesta Kelahiran St. Perawan Maria. Bunda Maria menjadi pendoa bagi karya misi. Dan sejak saat itu, sekolah-sekolah atau lembaga-lembaga yang didirikan SVD, umumnya merayakan ulang tahun lembaga mereka pada tanggal 08 September.

Empat belas tahun sesudah mendirikan rumah misi pertama, St. Arnold Janssen mendirikan Kongregasi Misi untuk para Suster SSpS, pada tanggal 08 Desember 1889. Pada tanggal 08 Desember 1896, Arnold mendirikan lagi kongregasi Misi untuk para suster SSpS Adorasi Abadi yang kontemplatif. St. Arnold Janssen, melalui kongregasi-kongregasi misi yang didirikannya ini, ia menegaskan dua pilar utama dalam karya misi: Kerja dan Doa (Kontemplatif). Rupanya kekhasan ini ia peroleh sejak dari keluarga.

Sejak kecil, Arnold Janssen dididik oleh ayah Gerhard Janssen dan Ibu Anna Katharina Wellesen, orang tua pendoa sekaligus pekerja keras. Tiap hari Gerhard dan Anna mengikuti perayaan ekaristi. Bapa Gerhard sangat memperhatikan kehidupan rohani anak-anaknya. Ibu Anna pernah bilang kepada anak-anaknya, “Kalau saya tidak pergi misa, pekerjaan saya sama sekali tidak selesai.”

Doa malam adalah aturan wajib di dalam keluarga ini dan Prolog injil Yohanes menjadi teks favorit di dalam keluarga ini. Dalam keluarga sederhana ini sudah ditanamkan pentingnya keseimbangan antara doa dan kerja, aksi dan kontemplasi, dua hal yang tidak lepas pisah. Tidak heran jika dari keluarga ini, dipersembahkan dua orang imam, Arnold Janssen dan Yohanes serta Bruder Wilhelm, yang kemudian disapa Bruder Yuniperus.

Semangat doa dan kerja keras yang diperoleh dari keluarga, menjadi pilar yang mendukung karya Arnold selanjutnya. Arnold sangat bersemangat mengembangkan karya misi yang menekankan dua aspek ini: aksi dan kontemplasi, kerja keras dan doa.

Pada tahun 1873, Arnold Janssen mulai menerbitkan sebuah majalah bulanan yang berisi kegiatan misionaris dan berusaha membangkitkan semangat umat Katolik Jerman untuk berbuat lebih banyak dalam membantu karya misi. jerman waktu itu, dipimpin Otto Van Vismark mengeluarkan undang-undang  anti Katolik. Undang-undang ini menyebabkan pengusiran imam dan para biarawan serta memenjarakan para uskup di Jerman.

Dalam situasi seperti ini, Arnold Janssen menyadari bahwa Tuhan sedang memanggilnya untuk melakukan tugas yang sangat sulit. Ia memperoleh ide yang cemerlang bahwa para imam ini dapat berangkat ke tangah misi dan membantu mendukung karya misi. Tepatnya, tanggal 8 September 1875, Arnold Janssen mendirikan Societas Verbi Divini, yang pada tahun 1878 mendapat persetujuan dari Paus Leo XIII.

Satu tahun sesudah mendapat restu dari tahta suci, Arnold Janssen mengirim dua misionaris pertamanya ke China, yaitu Yohanes Baptis von Anzer, SVD dan Joseph Freinademetz, SVD. Setelah itu, setiap tahun Arnold Janssen rutin mengirim para misionaris ke seluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Saat ini, justru yang terjadi sebaliknya. Seminari Tinggi SVD terbesar di dunia, Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, mengirimkan misionaris mereka ke luar negeri.

Selamat Merayakan Hari Jadi bagi Serikat Sabda Allah bersama keluarga besar SSps, dan SSpS Ap. Belajar dari spiritualitas yang ditanankan generasi pendiri, pilar: Aksi dan Kontemplasi harus menjadi pilar hidup semua orang beriman. (Bill Halan,  dari pelbagai sumber)

Sumber foto:

http://static.wixstatic.com/media/3fc687_d12fd2ccd40d4e8eb8165c8f2bec196b.png/v1/fill/w_288,h_385/3fc687_d12fd2ccd40d4e8eb8165c8f2bec196b.png