Ajak Anak-Anak di Tambak Asri Surabaya: Masuk Gereja

Hans bersama umat dan romo HerrDulu ketika masih mengenyam pendidikan di Seminari Tinggi, Ledalero, Baltazar Asa sering mendampingi anggota paduan suara di wilayah sekitar Nita-Maumere-Flores. Ia mampu membimbing umat agar bisa menyanyikan lagu-lagu gereja secara tepat. Ia memberi motivasi, menekankan pentingnya kedisiplinan, mengajarkan makna dari setiap lagu, serta menyadarkan umat akan pentingnya partisipasi mereka dalam setiap perayaan ekaristi.

Saat ini di tengah kesibukannya sebagai seorang awam dengan menjadi guru di SMA Stella Maris Surabaya, SMP Stella Maris Surabaya dan Growing Kid School Surabaya, serta menjadi mahasiswa Pasca Sarjana di Kampus Narotama Surabaya, Baltazar Asa masih bersedia menjadi pelatih paduan suara. “Romo Herr Semedy, CM, Pastor Paroki Kelahiran St. Perawan Maria (Kelsapa) Surabaya, mempercayakan saya untuk menjadi pelatih paduan suara di wilayah Karolus Boromeus. Dari segi lokasi wilayah ini menjadi area paling luar paroki Kelsapa Surabaya. Selain letaknya paling luar, daerah ini pun menjadi wilayah yang jarang mendapat perhatian dari paroki.”

Baltazar Asa, Putra Nurobo – Atambua diutus secara khusus untuk mendampingi paduan suara untuk anak-anak di wilayah ini. “Di sini rumah-rumah berhimpit-himpitan. Harga kos pun murah meriah. Bisa dibayangkan seperti apa kondisinya. Sehingga waktu melatih koor di tempat ini kami terpaksa berdesak-desakkan. Tetapi tidak apa-apa karena umat begitu bersemangat. Pada bulan Desember yang lalu, tepat pada hari raya Natal pihak paroki Kelsapa memberi kesempatan bagi anak-anak di wilayah ini untuk bernyanyi di gereja.”

Anda kesulitan melatih anak-anak?

“Tidak sulit. Sekali berlatih anak-anak ini begitu cepat menguasai lagu sehingga saya tidak butuh waktu yang lama. Ketika kami melakukan latihan bersama organis di gereja, ada hal yang menarik sekali. Anak-anak berlari-lari di dalam gereja. Mereka senang sekali. Awalnya saya sedikit kesulitan mengatur mereka, tetapi muncul kesadaran bahwa anak-anak bergembira karena gereja ini milik mereka. Biarkan mereka merasa aman dan nyaman di dalam gereja ini. Jangan pernah membuat hati mereka terluka. Dan ketika kami mulai bernyanyi, anak-anak begitu mudah menguasai lagu-lagunya. Dan pada hari raya Natal kami bisa bernyanyi dengan baik dan mendapat sambutan istimewa dari umat.”

Saat ini Baltazar Asa tidak hanya melatih anak-anak bernyanyi, tetapi juga orang dewasa. Pihak gereja paroki Kelsapa memasukkan anggota wilayah paduan suara dari wilayah Karolus Boromeus dalam jadwal pembagian tugas tiap minggu. Ini suatu kemajuan, tidak saja karena mereka bisa bernyanyi dengan baik tetapi juga karena  mereka bisa merasa memiliki gereja. Dalam sejarah prostitusi di Surabaya, dulu sebelum ditutup, Tambak Asri dikenal dengan Lokalisasi Kremil, sesudah Dolly. Tentu saja tidak setiap orang yang tinggal di sini terlibat dalam prostitusi, tetapi kebanyakan orang memilih daerah ini karena harga rumah dan harga kos murah.

“Kalau umat ini tidak dirangkul, mereka mudah terpecah belah dan merasa asing dari gereja. Saya senang sekali melihat anak-anak bisa bernyanyi di gereja dan sekarang orang tua mereka pun bisa ikut dalam paduan suara. Dengan berada bersama mereka, mereka tidak mudah terpengaruh oleh apa pun,” Baltazar Asa yang sering disapa, Pa Hans, memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk suatu karya misi di tengah umat yang dilayani (bill)