90 Tahun SPM Berkarya di Indonesia (1926-2016): Pewarta Kebaikan Allah dengan Sukacita

http://kabarmisionaris.com/90-tahun-spm-berkarya-di-indonesia-1926-2016-pewarta-kebaikan-allah-dengan-sukacita.html

http://kabarmisionaris.com/90-tahun-spm-berkarya-di-indonesia-1926-2016-pewarta-kebaikan-allah-dengan-sukacita.html

Karya besar diawali dari cita-cita mulia, dijalankan dengan penuh keyakinan akan penyelenggaraan Tuhan dan tentu saja membutuhkan sacrifice, pengorbanan. Demikian pengalaman Keluarga Besar Perkumpulan Dharma Putri – Surabaya yang merayakan HUT ke-90 untuk karya Suster SPM di Indonesia.

Perayaan 90 tahun ini diawali dengan misa syukur di gereja Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya, pada tanggal 10 /10/2016. Hadir dalam perayaan syukur ini, semua sekolah yang bernaung di bawah Perkumpulan Dharma Putri yang berada di area Surabaya ( SMA Stellla Maris, SMP Stella Maris, SDK Stella Maris, SDK St Angela, TK Taman Rini, Pegawai Yayasan dan komunitas suster SPM Surabaya) dan Mojokerto (SDK Wijana Sejati dan TK Wijana Sejati)

Misa syukur dipimpin oleh Romo Dodi, CM. Dalam kotbahnya, Romo Dodi  menegaskan pentingnya berbagi. “Bagikanlah kebaikan kepada orang lain dan hal ini harus bermula dari diri sendiri.”

Romo Dodi menyebut nama sang pendiri St. Julia Biliart sebagai tokoh yang sudah membagi kebaikan kepada sesama melalui jalur pendidikan. Melalui pendidikan, St. Julia Biliart, berbagi kebaikan Allah, jadi sebagai pendidik, ia tidak semata-mata melakukan transfer pengetahuan. Spirit ini diteruskan oleh kesembilan suster SPM yang merintis pendidikan di Indonesia.

Masih senada dengan kotbah Romo Dodi, Suster Regis SPM mewakili pimpinan yayasan menegaskan pentingnya bersyukur dan berefleksi. “Syukur atas segala kebaikan Allah yang telah kita terima. Dan sebagai pewarta kebaikan Allah kita perlu bertanya diri: Apakah saya sudah menjadi pewarta kebaikan Allah?  Tantangan zaman membuat kita berkecil hati dan mudah patah semangat, namun kita tetap maju untuk merangkul masa depan penuh harapan.”  Setelah perayaan ekaristi, acara ini dilanjutkan dengan ramah tamah bersama di Aula SDK St Angela.

Pak Hari, Karyawan SMAK Stella Maris, yang telah berkarya selama 28 tahun di Lembaga pendidikan SPM mengungkapkan bahwa selama ini ia telah menerima saluran kebaikan dari kongregasi SPM. Hal ini terbukti bahwa selama pengabdiannya di lembaga ini, ia bisa menghidupi keluarga, bahkan bisa mempunyai rumah sendiri.

Di sela-sela berlangsungnya acara, Ibu Angela, seorang guru di TK Wijana sejati – Mojokerto juga menegaskan pentingnya kasih. “Membagi kebaikan kepada anak didik tidaklah mudah karena mereka datang dari latar belakang yang berbeda. Namun, ada satu hal mendasar yang harus dimiliki oleh pendidik, yakni kasih.”Dalam situasi sulit apa pun, kasih selalu menjadi kunci dalam mendidik.

Di penghujung acara, Kabarmisionaris.com (KMC) berbincang-bincang dengan Kepala SDK Wijana Sejati, Sr. Marsiana, SPM. Suster yang sudah sering dipercayakan sebagai kepala sekolah ini menegaskan pentingnya dialog dengan mitra kerja. Melalui dialog dan sharing kita mengetahui kebutuhan masing-masing pihak, tentu dengan satu tujuan, yakni mengantar orang untuk mendekatkan diri dengan Tuhan.

Sr Marsiana, SPM juga menegaskan bahwa sekolah di bawah naungan Perkumpulan Dharma Putri tidak abai dalam membentuk sisi rohani dari para guru dan karyawan. Para guru dan karyawan mendapat kesempatan istimewa untuk mengikuti ret-ret atau rekoleksi bersama. Dalam kegiatan rohani para guru dan karyawan diajak untuk menjadikan sekolah sebagai komunitas pewarta Allah yang berpijak dalam cinta kasih. (KMC Surabaya, Hans Asa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *