Cara Suku Anak Dalam Mengusir Rasa Sedih

http://kabarmisionaris.com/usir-rasa-sedih.html

http://kabarmisionaris.com/usir-rasa-sedih.html

Masing-masing daerah punya cara pandang yang beanekaragam tentang malapetaka. Di Padang, Suku Anak Dalam (SAD), masyarakat memegang tradisi usir rasa sedih atau buang sial dengan berjalan kaki sejauh mungkin meninggalkan tempat tinggal.

Baru-baru ini 24 warga suku itu berjalan kaki selama tiga bulan menelusuri Sumatera Barat, Riau, dan Jambi.

Mereka terdiri atas 4 pria dewasa, 6 perempuan dewasa, dan sisanya anak-anak berusia 2-8 tahun. Kelompok ini menjalani adat tersebut setelah salah seorang keluarga mereka meninggal.

Mereka menjalani langkah ratusan kilometer. Selama 40 hari sejak keberangkatan, mereka baru sampai di Padang. Untuk makanan sehari-hari, mereka mengandalkan pemberian warga di daerah yang dilewati.  “Asalkan kito baik orang juo akan sayang, ” ucap Kholija, 40 tahun anggota SAD.

Hal yang unik dari kisah Suku Anak Dalam adalah bahwa mereka bergantung sepenuhnya pada kebaikan orang lain. Semakin sering mendapat kasih dari banyak orang, rasa sedih itu perlahan menghilang.

Kasih sekian banyak orang juga yang menopang setiap langkah kita, termasuk  langkah 70 murid yang diutus Yesus

“Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domka ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut” (Lukas 10:3-4a)

Sumber inspirasi: Kompas (23/9 2016 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *