Seniman di Balik Tembok Biara: Fr. Carlos Yustino – Menjelmakan Sabda yang Kreatif

Lukisan St. Arnoldus Janssen oleh Frater Carlos Yustino

Fr. Carlos Yustino Dennis Langgu, Novis Serikat Sabda Allah angkatan ke – 25, mencuri perhatian semua orang yang hadir dalam perayaan Perak Novisiat Sang Sabda Kuwu (NSSK) (01/08/2018), melalui karya lukisnya. Hampir semua lukisan yang dipajangkan dalam perayaan itu merupakan buah tangan Carlos. Dua lukisan yang menonjol adalah lukisan St. Arnoldus Janssen dan St. Yosef Freinademetz yang mengenakan pakaian bermotif Manggarai.

Fr. Carlos menjelaskan bahwa dua lukisan itu ia buat atas anjuran P. Sans Abhayandi, SVD, salah satu socius di NSSK” Pater Sans Abhayandi, SVD meminta saya untuk mencoba menggambar Bapa Pendiri (St. Arnold Janssen, red.) sesuai konteks”, ungkap alumni Seminari St. Rafael-Kupang itu.

 “Bapa pendiri sudah membangun SVD dengan motto “one heart many faces” (satu hati aneka wajah) dan motto itu ada dalam perpaduan kain Manggarai. Warna kain Manggarai sangat beragam dan SVD juga merupakan serikat multikultural. Untuk itu, saya mencoba untuk memadukan Bapak Pendiri yang berwajah Eropa dan berpakaian Asia (khususnya Indonesia-Manggarai), “ Carlos menambahkan.

Hal yang sama Frater Carlos lakukan untuk lukisan St. Yosef Freinademetz – Misionaris sulung SVD. “Saya tidak menghilangkan ke-Eropa-an dan ke-Cina-annya (St. Yosef Freinademetz adalah misionaris SVD pertama yang dikirim ke Cina, red.) tetapi membawanya ke Manggarai dalam bentuk pakaian yang dikenakannya.” Sebagai Frater novis, Carlos memang sedang mendalami sejarah dan spiritualitas Serikat Sabda Allah sehingga lukisannya adalah cara ia mengenal SVD.

Lukisan St. Yosef Freinademetz oleh Frater Carlos Yustino

Carlos lahir pada tanggal 03 Juni 1997, ia hadir sebagai anak keempat dari 7 bersaudara. Ayahnya Gabriel Edy Langgu (berasal dari Manggarai) dan ibunya Florensye E.R.H. Ndapamerang (campuran Sumba-Rote). Carlos mulai belajar melukis sejak masa Taman Kanak-Kanak (TKK).

“Semuanya terjadi begitu saja dan saya hanya menekuninya. Lukisan yang dipajang pada pameran NSSK sebenarnya banyak, hanya karena waktu yang berbenturan dengan kegiatan lainnya, maka hanya sebanyak yang dipajang”, Carlos mengakhiri ceritanya.

Di samping seni lukis, Carlos juga piawai memainkan biola. Dalam perayaan Perak ini, Carlos terlibat dalam koor sebagai pemain biola. Menjelang perayaan Perak ini, Carlos juga terlibat bersama rekan-rekannya untuk mendekorasi latar tempat berlangsungnya Perayaan Perak NSSK. Frater dengan talenta yang istimewa ini tetap memilih untuk setia menjalani pendidikannya sebagai imam biarawan misionaris SVD.

                           Fr. Carlos Yustino

 

Proficiat Fr Carlos. Sabda Allah tetap menginspirasimu, jangan berhenti mengotori tanganmu dengan cat dan kuas. Engkau adalah seniman di balik tembok biara yang menjelmakan Sabda Allah yang Kreatif. (Naskah dan Foto: Pater Danto SVD)