Sari Firman: Roti Hidup Kekal

Pater Leo Kleden SVD

Bacaan: Ams. 9:1-6, Yoh 6:51-58

1. Dalam Kitab Amsal Hikmat ilahi mengundang manusia untuk makan roti dan minum anggur yang dihidangkannya, agar kita memperoleh pengertian dan menghayati hidup yang benar.

2. Dalam Yesus, Sang SABDA yang menjelma, Hikmat ilahi yang dinyanyikan Amsal itu “telah menjadi daging dan tinggal di tengah kita.” Dan menurut prolog Injil Yoh, Dialah sumber hidup, terang dan kasih karunia.

3. Lalu dalam bab 6 Injil Yoh, Sang SABDA itu mewahyukan diri sebagai Roti hidup yang turun dari surga untuk memberi kita hidup yang kekal. Namun perlu diingat bahwa Roti hidup itu adalah satu Pribadi nyata dengan darah dan daging dan hadir di tengah kita.

4. Maka ungkapan “makan daging dan darah Kristus” berarti menerima Dia sepenuhnya sebagai pernyataan kasih Allah dan dengan itu menyatu dengan Dia. “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal dalam Aku dan Aku dalam dia.”

5. Panerimaan Yesus (makan daging darah-Nya) tidak terbatas pada roti Ekaristi yang kita sambut, melainkan juga dalam Firman yang kita hayati, yang kita jawab dalam doa, dan yang kita wujudkan dalam pelayanan kasih.

6. Melalui penyatuan itu hidup Yesus menjadi hidup kita dan perutusan-Nya perutusan kita. Dan dengan itu sekarang ini kita sudah ambil bagian dalam hidup kekal, yang akan disempurnakan di akhirat. “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal…”

7. DOA

+ Yesus Tuhan, himpunkan kami bagai bulir-bulir kecil dari ladang-ladang gandum dalam Dikau Roti Hidup, agar kami pun boleh mengambil bagian dalam hidup-Mu abadi + Amin