SARI FIRMAN: PESTA TUBUH-DARAH KRISTUS

Pater Leo Kleden, SVD

Bacaan:

Kel 24:3-8, Mrk 14:12-16.22-26

 

NAS INJIL kali ini diambil dari Injil Markus tentang Perjamuan Akhir.

 

  1. Yesus dan Murid-muridNya merayakan Paskah Yahudi. Mereka makan anak domba Paskah dengan roti tak beragi dan sayur pahit, sambil tiga kali minum anggur dari cawan yang disediakan. Paskah Yahudi ini adalah kenangan pembebasan dari tanah Mesir, yang diteguhkan dalam Perjanjian Sinai.

 

  1. Dalam Perjamuan Malam Terakhir ini Yesus mengubahnya menjadi antisipasi kurban Diri-Nya di Salib dan Sakramen Kasih sepanjang masa bagi kita.

 

  1. Anak Domba Paskah yang disembelih adalah pribadi-Nya yg dikurbankan. Roti yang dipecahkan dan piala anggur yg kita minum adalah pemberian diri Kristus sehabis-habisnya bagi kita: “Inilah Tubuh-Ku”. “Inilah Darah-Ku”.

 

  1. Perjanjian Sinai kini disempurnakan dengan “Perjanjian Baru dan kekal”, yang dimeterai oleh Darah Kristus sebagai tanda cinta Allah yang tak terbatalkan.

 

  1. Misteri agung ini kita hadirkan kembali dalam Perayaan Ekaristi, di mana Yesus mengajar kita untuk meneruskan pemecahan roti-diri bagi sesama dalam tindakan kasih:

“Buatlah ini sebagai kenangan akan Daku”.

 

  1. DOA

+ Tuhan, dengan apa bisa kubalas kasih-Mu? Inilah tubuhku, inilah darahku, persembahan hidupku pada-Mu, Tuhan + Amin