Sari Firman: Minggu Paskah 6

Pater Leo Kleden, SVD

Bacaan Injil: Yoh 15:9-17.  “Tinggallah dalam kasih-Ku”

Apa yang disampaikan dalam Ibarat POKOK ANGGUR, kini dikatakan Yesus terus terang.

  1. “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikian juga Aku mengasihi kamu. Tinggallah dalam kasih-Ku itu”. Tuhan mengasihi kita dengan kasih yang kekal dan mengundang kita untuk tetap tinggal dalam Kasih-Nya.
  1. Baru sesudah mengalami kasih-Nya itu, Tuhan memberi amanat: “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi seperti Aku telah mengasihi kamu”. Firman ini adalah perintah baru yang radikal, karena kasih Tuhan sendiri menjadi tolok ukur tindakan kasih kita, yaitu “seperti Aku (Tuhan) mengasihi kamu”.
  1. Bagaimanakah kasih radikal yang telah ditunjukkan Yesus? “Tak ada kasih yang lebih besar dari kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya”. Ia mengurbankan nyawa agar kita boleh hidup.
  1. Lalu firman-Nya: “Kamu adalah sahabat-Ku, kalau kamu melakukan apa yang Kuperintahkan kepadamu”.
  1. Sebetulnya kita tidak sanggup melaksanakan amanat kasih yang radikal ini. Tetapi Tuhan sendiri menyanggupkan kita: “Bukan kamu yang memilih Aku melainkan Akulah yang memilih kamu…supaya kamu pergi dan menghasilkan buah”. Kristus yang bangkit menyanggupkan kita dalam Roh-Nya yang kudus untuk menghasilkan buah berlimpah.
  1. Buah itu adalah tindakan kasih untuk sesama – untuk orang lain – karena tak ada pohon yang makan dari buahnya sendiri.
  1. DOA

+ Yesus Pokok Anggur,

Semoga ranting kecilku ini menghasilkan buah untuk sesama dalam Kasih-Mu + Amin