Sari Firman Minggu Biasa 32

       Pater Leo Kleden SVD

1 Raj. 17:10-16, Mrk. 12:38-44

“Derma Janda Miskin”

  1. Dalam masa kekeringan dan kelaparan hebat di Israel Tuhan mengutus nabi Elia ke Sarfat, di tanah Sidon. Di gerbang kota Elia menjumpai seorang janda yang sangat miskin, yang hanya punya segenggam tepung dan sedikit minyak dalam buli-buli sebagai persediaan makanan terakhir untuk dia dan anaknya. “Kami akan makan lalu mati”, kata perempuan itu dengan sedih.

  2. Biarpun demikian hatinya sekian dermawan sehingga dia rela menyiapkan dulu satu roti bundar kecil untuk Elia, sebelum dia dan anaknya makan, sambil percaya akan penyelenggaraan Tuhan menurut kata sang nabi. Tuhan menunjukkan kuasa belaskasih-Nya dengan memberi rezeki secukupnya kepada janda miskin itu di masa kelaparan. Dan kalau kita baca lanjutan kisah ini, melalui sang nabi Tuhan menghidupkan kembali anak janda itu yang meninggal. Begitulah Tuhan membalas kebaikan perempuan miskin ini dengan berkat berlimpah.

  3. Nas Injil hari ini: Yesus duduk di kenisah dan menyaksikan orang memasukkan uang ke dalam peti derma. Orang kaya memasukkan banyak. Dan seorang janda miskin memasukkan dua peser. Yesus menggunakan kesempatan itu untuk mengajar murid-murid-Nya: “Sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang… Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”

  4. Tuhan tidak memandang besarnya jumlah persembahan, melainkan kedermawan hati untuk memberi dengan ikhlas apa yang terbaik dari diri kita untuk sesama. Dan Tuhan sanggup mengubahnya menjadi tanda berkat bagi banyak orang. Yesus sendiri memberi teladan dengan mendermakan diri sehabis-habisnya untuk kita.

  5. DOA

+ Yesus Tuhanku,

Ajarilah kami kerelaan hati untuk memberi dari kemiskinan kami, agar dalam Engkau persembahan kecil ini diubah menjadi tanda berkat bagi sesama yang sangat mengharapkan belaskasih-Mu + Amin