Sari Firman Minggu Biasa 24

Pater Leo Kleden SVD

Bacaan: Yes 50:5-9a, Mrk 8:27-35

Almasih: Hamba Yahweh Yang Menderita

1. Yesaya menubuatkan bahwa Hamba Yahweh harus menanggung banyak penderitaan. “Tetapi Tuhan Allah menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda”. Pertolongan Tuhan tidak melenyapkan deritanya, tetapi meneguhkan dia dan membuatnya tidak ternoda.

2. Dalam Injil Minggu ini Petrus mengucapkan pengakuan iman bahwa Yesus adalah Messias. Tetapi seperti orang-orang pada zamannya, Petrus dan murid-murid lain menyangka bahwa Almasih akan menjadi Raja Agung yang mengalahkan kekuasaan Roma dan menegakkan Kerajaan Messianis yang megah di dunia ini.

3. Maka ketika Yesus mulai berbicara tentang sengsara yang harus ditanggung-Nya, Petrus menegur Dia. Tetapi Yesus balik menghardik dia dengan keras: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia “.

4. Reaksi Yesus begitu keras, karena godaan menghindari salib & cari jalan gampang untuk diri, adalah inti pokok dari tiga godaan Iblis di padang gurun dulu. Ketika itu pun Yesus berkata: “Enyahlah Iblis”.

5. Sesudah itu Yesus mengajarkan jalan pemuridan sejati: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku”.

Salib bukanlah sekadar penderitaan, melainkan pengurbanan diri demi cinta pada Tuhan dan sesama, dan karena itu orang rela menanggung derita.

6. “Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya “. Ini hukum dasariah kehidupan: Hanya dengan mengurbankan diri dalam pengabdian bagi sesama, orang menemukan jati dirinya.

7. DOA

+ Yesus Almasih, melalui pengurbanan diri-Mu pada Salib Engkau menyatakan Kasih Allah yang tak berhingga bagi kami. Teguhkanlah kami untuk setia mengikuti Engkau di jalan salib, agar kami pun boleh mati dan bangkit bersama-Mu dalam hidup yang baru + Amin