Sahabat, Tuhan Sangat Mencintaimu

love-1

Bacaan: Kel. 32:7-11,13-14; Mzm. 51:3-4,12-13,17,19; 1Tim. 1:12-17; Luk. 15:1-32 (Luk. 15:1-10)

Pernahkah Anda duduk bercerita penuh kehangatan dengan orang yang dianggap ‘sampah’ oleh masyarakat?  Atau mungkin Anda pernah mengajaknya makan bersama, atau malah Anda yang mentraktir makanan untuk dia? Apa reaksi orang itu?

Biasanya orang seperti ini akan merasa sangat bahagia, ia bisa bercerita dengan Anda berjam-jam lamanya, sampai Anda sendiri merasa bosan. Dan seperti biasa, masyarakat lain akan memberi rekasi beragam atas tindakan Anda.

Hal yang sama pun dialami Tuhan Yesus dalam injil Lukas hari ini. Tuhan Yesus, saat duduk makan dengan orang berdosa, tiba-tiba mendapat cibiran  dari orang Farisi. “Ia menerima orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka” (Lukas 15:2). Anda tahu bahwa Tuhan Yesus selalu punya cara untuk menghadapi kelompok ini.

Tuhan Yesus menegaskan bahwa kembalinya seorang pendosa adalah suatu kegembiraan luar biasa di bumi dan di surga. Ini adalah satu penyingkapan rahasia tentang suasana  di bumi dan di surga. Penyingkapan ini sudah sangat jelas menguraikan bagaimana cara membuat Tuhan dan para penghuni surga bergembira, tentu bukan terutama karena nyanyian atau paduan suara yang merdu dan doa pujian yang dilantunkan sepanjang hari. Bertobatnya seorang pendosa, itu kuncinya. Sehingga jika Anda ingin menggembirakan Tuhan dan para penghuni surga, bertobatlah.

Perumpamaan tentang domba yang hilang, dirham yang hilang, serta kisah tentang pertobatan si bungsu dari perantauan, semuanya menjelaskan tentang betapa berbelas kasihnya Tuhan bagi siapa pun, termasuk bagi para pendosa yang bertobat. Tuhan menjadi gembala yang senantiasa mencari dombanya yang hilang, atau sebagai pemilik dirham yang mencari salah satu dirham yang terjatuh entah di mana. Tuhan juga mengambil rupa seorang bapa yang baik hati, menerima dengan sukacita anaknya yang kembali dari perantauan sebagai seorang pendosa yang telah bertobat.

Jadi, pertobatan itu bermula dari inisiatif Tuhan. Tuhanlah yang mencari para pendosa. Ia yang mendatangi mereka. Hal yang perlu dilakukan seorang manusia adalah membuka diri dan memutuskan untuk bertobat. Si bungsu kembali kepada bapanya, karena ia mulai mengingat bahwa bapanya adalah sosok yang penuh kasih. Kenangan akan kasih bapanya, memanggilnya kembali ke rumah.

Seorang sahabat merasa begitu terharu ketika dirinya mendapat pesan singkat begini, ‘Sahabat Tuhan sangat mencintaimu.’ Ia begitu terharu, entah mengapa. Sesudah itu ia mengirim pesan itu ke mana-mana. Dan ia merasa bahwa dirinya yang hilang kini ia temukan kembali. Dan ia menjadi begitu bersemangat untuk menjalankan hidup secara normal dan bergembira dalam kerja.

Pesan singkat dari sahabatku ini juga akan saya teruskan kepada Anda. “Sahabat,  Tuhan sangat mencintaimu, Tuhan sangat mencintaimu, Tuhan sangat mencintaimu.” Semoga kenangan akan kasih Tuhan menyapa kita semua untuk kembali berjalan pada jalan yang benar. “Sahabat,  Tuhan sangat mencintaimu. ” (Bill Halan)

Sumber foto: https://sepedaterbang.files.wordpress.com/2013/06/love-1.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *