Renungan Hari Sabtu (23 April 2016): Engkau Tidak Mengenal Aku?

http://kabarmisionaris.com/renungan-hari-sabtu-23-april-2016-engkau-tidak-mengenal-aku.html

http://kabarmisionaris.com/renungan-hari-sabtu-23-april-2016-engkau-tidak-mengenal-aku.html

Oleh : Baltasar Asa.

Bacaan: Yoh: 14:7-14

Saudara-saudari yang terkasih dalam kristus. Selamat berjumpa kembali dalam renungan akhir pekan. Pada hari ini saya ingin menemani anda untuk mengakhiri pekan ini dengan sebuah refleksi tentang pertanyaan Filipus dan jawaban Yesus. Ada apa dengan perbincangan antara Filipus dengan Yesus? Saya ingin memulai renungan ini dengan sebuah cerita.

Ketika sudah keluar dari frater saya memilih untuk tinggal di kota Pahlawan, Surabaya. Waktu itu saya memilih profesi sebagai seorang guru. Saya diterima di SMA Katolik Stella Maris, SMP Katolik Stella Maris dan Growing Kid School untuk mengajar bidang studi Agama Katolik dan Seni Budaya. Rupanya pencarian panjang akan pekerjaan membuahkan hasil yang menggembirakan.

Hari-hari kerja mulai tiba. Awalnya saya memperkenalkan diri kepada rekan-rekan kerja dan seluruh civitas akademika bahwa saya berasal dari Timor (NTT). Kelihatan mereka yakin dengan perkenalan tersebut karena didukung oleh warna kulit yang agak gelap dan rambut ikalku. Namun, perjalanan selanjutnya masih ada orang yang belum yakin akan identitasku sebagai orang Timor.  Dengan demikian sering timbul pertanyaan-pertanyaan seputar diri dan asal saya. Sayapun sempat kecewa,” ah . . . . . . . apakah mereka tidak mengenal aku? Padahal sudah sekian lama kita hidup dan kerja dalam satu lembaga”. Hal ini sempat membuat saya marah dan ingin menghardik kalau masih ada yang bertanya lagi tentang identitas saya.

Injil hari ini juga menceritakan tentang hal yang hampir sama. Filipus bertanya kepada Yesus tentang Bapa. Filipus ingin supaya Yesus menunjukkan Bapa kepadanya. Namun, kelihatan Yesus tidak menjawab apa yang Filipus tanyakan, Yesus malah menjawab dengan sebuah pertanyaan pula.

Kata Filipus “Tuhan tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami (ay 8). Kata Yesus kepadanya,” Telah sekian lama Aku bersama-sama dengan kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat aku, ia telah melihat Bapa. Bagaimana Engkau berkata tunjukkanlah Bapa kepada kami (ay 9).  Selanjutnya Yesus menegaskan sekali lagi” percayalah kepadaKu, bahwa aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku …….” (ay 11).

Dari kutipan injil di atas kita tahu bahwa Filipus sudah sekian lama tinggal bersama dengan Yesus tetapi ia belum sungguh-sungguh memahami siapa itu Yesus. Ia masih ragu akan identitas Yesus sebagai anak Allah. Dengan demikian, pembicaraan Yesus tentang kesatuannya dengan Allah Bapa menimbulkan kesangsian pada Filipus.

Secara manusiawi pasti ada sebuah kekecewaan, mengapa Filipus tidak mengenal siapa itu Bapa dan siapa itu Yesus? Hal inilah yang juga saya alami. Sudah saya perkenalkan bahwa saya berasal dari NTT- Timor, tapi masih ada juga yang tidak tahu, padahal ia adalah rekan kerja, sehari-hari kita bertemu dan bekerja bersama. Engkau tidak mengenal aku? Apakah aku orang asing? Situasi ini kadang membuat saya merasa asing di antara rekan sendiri.

Saudara-saudari sekalian yang saya kasihi. Mengenal pribadi orang lain secara mendalam itu hal yang penting, apalagi rekan kerja, sahabat, keluarga.  Dengan demikian kita tidak akan merasa asing berada bersama mereka. Bahkan sahabat, rekan dan kenalan kita akan merasa semakin dikuatkan dan diterima sebagai saudara dalam sebuah komunitas. Marilah kita menciptakan setiap momen perjumpaan untuk saling mengenal secara lebih mendalam. Sehingga pertanyaan  engkau tidak mengenal aku? Tidak patut ditanyakan kepada kita.  Selamat berakhir pekan.

 

 

Sumber foto: http://cdn-2.tstatic.net/palembang/foto/bank/images/saling-kenal-satu-sama-lain.jpg