Rejeki Bagi yang Antre

http://kabarmisionaris.com/rejeki-bagi-yang-antre.html

http://kabarmisionaris.com/rejeki-bagi-yang-antre.html

 

Untung dan malang sulit ditebak kapan datangnya. Seorang pria kelahiran Selandia baru memenangkan lotre senilai 1 juta dolar setelah dia diserobot di antrean oleh seorang pelanggan lain, saat dirinya membeli tiket lotre tersebut.

”Saya sedang antre di kedai lotre dan seorang pelanggan memotong antrean di depan saya. Saya tidak sedang buru-buru jadi saya biarkan dia antre duluan,” ujar sang pemenang dalam pernyataanya seperti dikutip harian New Zeland Herald yang kemudian diunggah di laman UPI.

”Saya tidak berkata apa pun saat saya diserobot. Saya pikir saya telah mendapat karma yang baik. Kalau tidak, orang itulah yang justru memenangi lotre ini,” ujar sang pemenang yang menunggu beberapa hari sebelum mengetahui dirinya ketiban rezeki.

Sang pemenang lotre yang meminta untuk dirahasiakan namanya itu, berencana membeli rumah bersama sang istri. “Lotre ini benar-benar telah mengubah kehidupan kami,” tambahnya.

Pengalaman sang pemenang lotre mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga sikap, termasuk mengontrol amarah, saat sekian banyak perilaku menyimpang terjadi di sekitar kita. Mengontrol amarah adalah salah satu sikap aktif penuh kesadaran. Si pemenang lotre boleh berbahagia karena selain sukses (menang) mengontrol amarah, ia juga memenangkn lotre. Rejeki memang datang baginya.

Setiap murid Kristus tahu bahwa mengontrol diri menjadi salah satu tuntutan penting untuk hidup. Sikap ini merupakan salah satu jalan untuk menjadi suci.

“Saudara-sudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak: kita adalah kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.” (1 Yoh, 3:2-3) (Hans Asa)

Sumber informasi (kompas, Sabtu 1/10/2016)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *