PROFICIAT, PATER LEO KLEDEN SVD HUT IMAMAT KE- 39

Naskah dan Foto dari:  Hermien Y. Kleden* 

 

No Tuan teramat kasih,

Selamat Ulang Tahun Tahbisan Imamat ke 39

Inilah kenangan akan hari itu – 23 Juni 1979 – yang selalu terpatri dalam ingatan: seorang anak muda dengan bahu ramping- tipis, berwajah lebih belia dari 29 tahun usianya — meniarap di bawah altar Gereja Katolik St. Ignatius Waibalun, suatu desa pesisiran di Flores Timur. Ritual ini niscaya memiliki makna amat penting dalam misa pentabisan imam baru.

Di mata saya – yang masih remaja ketika itu — upacara beberapa jenak tersebut seperti janji yang menembus waktu: penyerahan hidup sepenuh-penuhnya menjadi pelayan Tuhan, berserah pada panggilan Sang Imam Agung.

Di baris terdepan bangku gereja, berlututlah Pa Uan & Mama Nina — Ayah dan Bunda kita. Wajah keduanya berbinar oleh luapan rasa syukur serta kegembiraan mengantar putra mereka menjadi imam Tuhan.

Beberapa mama tua bergumam dalam nada khawatir tatkala ke luar dari Gereja seusai misa pentahbisan yang indah-semarak: “Wekin kenen loke we, imam baru titen wi kia kenuant ka take ,”. Mereka berbicara dalam dialek Lamaholot, salah satu dialek besar di belahan timur Pulau Flores Terjemahan bebasnya kurang lebih demikian : “Perawakannya begini kecil dan kurus, kuatkah imam baru kita ini.”

Perjalanan waktu kemudian menunjukkan betapa Tuhan melimpahkan apa yang tak kita lihat dalam mata kasat manusia: bahu tipis imam muda itu diteguhkan semata-mata oleh Kasih Setia Tuhan: kuk demi kuk DIA pasangkan — dengan ukuran yang acapkali membuat kami, saudara-saudaramu, cemas berdebar. Bahkan membuat kami, sesekali berdoa agar biarlah impian masa mudanya saja, ya Tuhan, yang Engkau perkenankan: menjadi imam desa, mewartakan SabdaMU, sebagai pelayan Serikat Sabda Allah, bagi orang-orang terkecil.

No Tuan tercinta,

Impian masa mudamu, sejatinya, tak pernah lampus. Impian itu telah DIA ejahwantahkan dengan berganda-ganda dalam setiap pelayananmu Terimakasih No Tuan, limpah terimakasih, karena engkau engkau setia “bertarung melawan dirimu, keinginanmu, kehendak pribadimu” — dan di akhir hari –betapa pun berat dan berkabutnya musim-musim– engkau selalu bisa memuliakan Dia yang “Kekal Abadi Kasih SetiaNYA”.

Terimakasih karena engkau senantiasa mencari cahayaNYA di dalam mereka yang kecil dan papa – seraya setia membawa Kegembiraan Sabda kepada siapa saja, di mana saja.

Bersama PaUan Mama Nina, Nene Suban – Nene Moun, Alfa, Kaka Werner, No Kons, Tiga Kaka Bayi, Nene Nasu – Nene Wonda, Nene Oa – Nene No, segenap leluhur, bersama Nimun getan yang masih dalam ziarah bumi, kita memadahkan syukur yang telah engkau nyanyikan sepanjang 39 tahun — a joyful journey to proclaim the Divine Word: “Setia Kasih-Mu Kekal ,Tuhanku” — Mazmur 138 : 8

Selamat Ulang Tahun Imamat ke 39, No Tuan termaen…

*Hermien Y Kleden (mantan Chief Editor Tempo English Weekly) adalah adik kandung dari Pater Leo Kleden, SVD