Personal Branding – People Buy You: Satu Jam Bersama Dr. Natalia Christiani Djahi

           Dr. Natalia Christiani Djahi

 

Hari ini (20/12/2017) pembicaraan kami seputar brand produk, lika-liku pendidikan, harapan untuk satu penelitian, mimpi untuk melanjutkan pendidikan, dan tentu saja makanan yang kami santap.

Sehari sebelum pertemuan ini, saya sudah kontak Bu Natalia Christiani Djahi, Dosen Enterpreneurship dan Dosen Bahasa Inggris di Universitas Ciputra Surabaya. Inti dari pesan itu adalah saya ingin menjembatani Bu Natalia dan seorang rekan yang sedang membangun brand untuk produknya. Bu Natalia mengiyakan dengan catatan bahwa kami akan bertemu sekitar jam 11.30. Itu waktu jedah yang tampan untuk bincang-bincang.

Pagi-pagi sekali, rekan saya mendapat tugas mendadak di kampus untuk segera diselesaikan jadi ia tidak bisa hadir. Segera saya teruskan info ke Bu Natalia. Bu Natalia merespon dengan cepat informasi itu dengan pertanyaan penting, “Pa Bill ke kampus kan hari ini?” . “Ya Bu saya ke perpustakaan”, dan kami sepakat untuk tetap bertemu jam 11.30. Pada jam yang telah disepakati kami bertemu di lantai 7 dan dari lantai 7 turunlah kami ke lantai satu menggunakan lift lalu menuju ke kantin. Bu Natalia mau traktir saya untuk makan siang. Saya menerima tawaran itu sebagai satu kehormatan.

Di deretan kantin, beberapa pedagang menutup tempat jualannya karena mahasiswa sudah berlibur dan mereka sudah kembali ke kampung halamannya. “Pa, di sini ada satu tempat yang tetap dibuka. Di depan kantin itu tertulis Wei Xiao.  “Ini milik salah satu alumni kita, namanya Jeniffer” Kami pun memesan beberapa menu dan saya memilih menu yang namanya agak unik. Lalu duduklah kami pada meja kedua dari kasir sambil bertukar pikir tentang bagaimana si Jeniffer, pemilik Wei Xiao ini putar otak supaya jualannya tetap laku dan karyawannya tetap bisa bekerja walaupun mahasiswa sudah berlibur. Satu di antara strategi marketingnya adalah, menawarkan jualannya ke kantor-kantor. “Cheff nya bukan cheff biasa,” Bu Natalia mau bilang bahwa bayaran untuk cheff ini tidak sembarang harga.

Sambil menikmati hidangan yang sudah disiapkan, topik kami bergeser ke branding produk. ”Yang menjadi jualan itu brand Pa, bukan produk. Produk mudah ditiru. Pa Bill tahu gak’ apa yang menjadi brand yang dipatenkan tupperware? Warnanya!” Bu Natalia tentu punya segudang cerita tentang hal ini.

Lalu bagaimana dengan orang yang baru memulai usahanya? Apa yang harus dilakukan agar produknya dikenal? “Pertama, tentu dia harus mengenal produknya lebih dulu sebelum ia memperkenalkan kepada orang lain. Lalu apa keunikan produknya, bagaimana packagingnya, sesudah itu, ia perlu mencari informasi tentang pameran-pameran atau bazar dan ia ikut di dalamnya. Itu penting lho. Dengan pameran orang mengenal produknya. Di sana ia terlatih untuk membangun komunikasi dengan orang lain dan siapa tahu, di antara para pengunjung ada orang yang mau memesan produknya dalam jumlah yang banyak. Segala kemungkinan bisa terjadi. Di sana juga ia bisa belajar bagaimana orang lain membangun brand. Kita memang perlu “keluar” supaya dikenal.”

Bu Natalia sering menekankan tentang brand dan brand itu perlu tertanam di alam bawah sadar orang lain. Jadi setiap kali membutuhkan sesuatu orang langsung dengan mudah ingat ke tempat mana, atau kepada siapa ia menemukan apa yang dicari.

Lalu bagaimana dengan personal branding? Misalnya terkait kompetensi orang?  Bu Natalia menyebut salah seorang rekannya yang pandai membangun brand untuk dirinya. “Orang harus berani “menjual diri” dalam tanda kutip. ” Jadi, misalnya kita membutuhkan orang pembicara untuk publik speaking, akal kita sudah langsung ingat siapa yang harus kita hubungi.

Background studi Bu Natalia adalah Pendidikan Bahasa Inggris. Pada bulan Maret 2017, ia meraih gelar Doktor pada Kampus Universitas Negeri Malang. Dengan latar belakang Pendidikan Bahasa Inggris, Bu Natalia tentu sangat paham bagaimana mendidik mahasiswanya agar mereka memahami dan mencintai bahasa Inggris. Rupanya dalam perjalanan waktu kolaborasi antara tanggung jawab sebagai pendidik dan bidang ilmu yang ia ampu, baik bahasa Inggris maupun enterpreneur, mewujud atau tampak dalam keseharian Bu Natalia.

Saat pertama kali mengikuti gathering di UC pada awal tahun 2016, saya mengenal Bu Natalia sebagai salah seorang dosen favorit dari para mahasiswa. Biasanya pada akhir semester, mahasiswa mengadakan survey untuk kinerja dosen dan Bu Natalia salah satu di antara para dosen yang terpilih. Ini juga bukan kali pertama ia masuk deretan dosen favorit. Sesudah gathering itu saya bertanya kepada Bu Natalia, apa rahasianya? “Saat pertama kali bertemu mahasiswa saya berusaha menghafal nama mereka masing-masing. Dan dua minggu pertama, nama mahasiswa sudah saya hafal.” Ini satu keunggulan dari Bu Natalia. Ibu dari Audrey dan Betricia ini juga begitu cair dalam membangun relasi, dengan mahasiswa, dosen dan karyawan. Ia menyapa siapa pun yang ia jumpai.

Sesudah makan siang, kami kembali ke fakultas dan sepanjang jalan pulang, Bu Natalia menyapa siapa pun yang ia jumpai dengan senyumnya yang khas, sapaan yang hangat, dan tatapan yang penuh antusias. Seperti matahari memekarkan kembang, sapaan Bu Natalia memekarkan senyum di wajah para sahabat yang ia jumpai. Jika dalam enterpreneur, branding itu penting maka personal branding yang dipraktikkan Bu Natalia khas, natural dan sangat human. Bu Natalia sangat memperhatikan relasi interpresonal yang hangat dengan orang lain ketika banyak orang sibuk dengan gadget di tangan dan sering abai terhadap lingkungan sosial. Dengan cara seperti ini konsep “menjual diri” boleh bergeser sebab orang lain akan mencari anda ‘people buy you”.

Oh ya satu lagi yang tidak kalah pentingnya. Di dalam diri Bu Natalia masih mengalir darah orang NTT khusus dari sang ayah. Saya menduga bahwa keramahan yang dimiliki Bu Natalia tidak lepas dari faktor genetis sang ayah, yang asli orang Alor. Bukankan orang NTT umumnya ramah dan hangat dalam komunikasi? Keunggulan Bu Natalia adalah ia mengembangkan  relasi yang hangat itu secara profesional dan konsisten.

Selamat Ulang Tahun, Bu Natalia 19/12/2017, mohon maaf karena saya baru mengetahui informasi tentang ulang tahun Bu Natalia pada pukul 11.55, sehari sesudah tanggal 19 Desember, 5 menit sebelum kita masuk lift menuju lantai 1. Tuhan memberkati Bu Natalia bersama keluarga. Selamat hari Ibu, Bu Natalia – 22 Desember 2017.  (Bill Halan, Dosen Ilmu Sosial Budaya Dasar dan Pancasila Univ. Ciputra Surabaya, Admin kabarmisionaris.com, Pimred WF)