Perak Novisiat Sang Sabda Kuwu 01 Agustus 1993-01 Agustus 2018: 1343 Novis Pernah Dididik Di Tempat Ini

 

 

Pengantar

Novisiat Sang Sabda Kuwu (NSSK) merupakan salah satu rumah formasi bagi Biarawan Misionaris Serikat Sabda Allah (Societas Verbi Divini) milik SVD Ruteng. Rumah formasi ini terletak di Kuwu, kecamatan Ruteng. Di rumah formasi ini, para frater dan bruder dibimbing dan digembleng untuk menjadi Biarawan Misionaris SVD yang handal sesuai tuntutan zaman dan kemudian diutus untuk bermisi ke seluruh penjuru dunia.

Sejarah Berdirinya NSSK

NSSK didirikan atas desakan Direktur Formasi SVD Sejagat, P. Peter Mchugh, SVD dalam pertemuan Zona Asian Pasific (ASPAC) pada tanggal 27 September 1989 di Alexisheven, PNG. Dalam pertemuan tersebut, P. Peter meminta Provinsial SVD Ruteng untuk mendirikan sebuah lembaga formasi di Provinsi SVD Ruteng.

Pater Provinsial SVD Ruteng kala itu, P. Frans Pora Udjan, SVD dihadapan peserta pertemuan SVD Zona ASPAC menyatakan kesediaan untuk membangun sebuah Novisiat SVD di provinsi yang ia pimpin. Hal ini karena Provinsi SVD Ruteng tidak memiliki rumah formasi. Dalam pertemuan internal di tingkat provinsi, provinsial dan dewannya menanggapi secara positif untuk membangun sebuah rumah formasi SVD di Ruteng. Pelbagai diskusi diadakan untuk memuluskan rencana yang luhur ini.

Komunikasi di Tingkat Generalat

Setelah pembicaraan di tingkat provinsi menemui kata sepakat, upaya SVD Ruteng untuk membangun rumah formasi (novisiat) dilanjutkan di tingkat Generalat.

Pada tanggal 13-15 Maret 1990, diadakan pertemuan dengan Pater Superior SVD, P. Hendric Berlage, SVD. Dari pertemuan tersebut, diputuskan bahwa prosedur pendirian novisiat, tenaga formator, bangunan dan lokasi disiapkan oleh provinsi di mana novisiat akan dibangun. Rupanya, provinsial dan dewannya menerima keputusan bersama tersebut. Maka pada tanggal 11 September 1991, Uskup Ruteng, (alm.) Mgr. Eduardus Sangsun, SVD memberikan tekanan sebagai tanda Keuskupan menerima kehadiran novisiat SVD di wilayah diosis Ruteng.

Wacana pembangunan novisiat di SVD Ruteng telah menemui titik terang. Dewan provinsi, dewan generalat dan juga uskup setempat telah memberikan “signal” positif. Dengan signal positif itu, maka dalam pertemuan para provinsial se-Indonesia di Nenuk-Timor ditetapkan bahwa novisiat baru ini akan dibangun di Sengari-Reo. Informasi soal lokasi novisiat baru ini disampaikan ke dewan generalat dan disetujui. Seluruh anggota SVD Ruteng bersukacita atas rencana dibangunnya novisiat baru ini di Reo.

Namun, muncul pelbagai macam alasan dan pertimbangan untuk dibangun di Reo. Alasan lokasi sempit, masalah kekurangan air, penyakit malaria yang mewabah, jauh dari pusat kota Ruteng dan jauh pula dari rumah sakit membuat pimpinan provinsi berpikir lebih ekstra. Lokasi Reo batal.

Jika Tuhan menghendaki ( Deo volante), maka semuanya akan berjalan sesuai rencana-Nya. Inilah yang diyakini pimpinan provinsi setelah ‘menyepi’ dan memohon bimbingan Roh Kudus. Tuhan pun menghendaki dan daya Roh itu menyata dalam diri P. Ernst Waser, SVD. Beliau mengajukan sebuah lokasi baru, yaitu Kuwu.

Kuwu merupakan sebuah desa kecil nan sunyi, berjarak 8 km dari kota Ruteng. Di tempat ini, P. Ernst menyediakan 15 Ha untuk lokasi novisiat. Pemindahan dan pergantian lokasi baru untuk pembangunan novisiat baru ini disampaikan ke dewan generalat dan disetujui. Pada tanggal 12 Maret 1992 dilakukan upacara peletakan batu pertama oleh (alm.) P. Frans Mido, SVD. Selanjutnya, seluruh proses pembangunan dipercayakan kepada P. Ernst Waser, SVD.

Setelah semua proses pembangunan selesai, novisiat ini resmi menerima anggota baru, yaitu anak-anak muda yang datang untuk mempersiapkan diri mereka untuk menjadi biarawan misionaris SVD. Mereka datang dari berbagai seminari di Nusa Tenggara, Papua dan Ambon.

Tanggal 1 Agustus 1993 menjadi waktu yang sangat berahmat. Pada tanggal tersebut, sebanyak 54 anak muda datang dan menahbiskan diri sebagai angkatan perintis. Mereka diterima secara resmi sebagai angkatan pertama dan dengan demikian, menjadi tonggak sejarah baru bagi SVD Ruteng di mana lahirnya Novisiat SVD baru di bumi Congkasae. Novisiat ini kemudian diberi nama Novisiat Sang Sabda Kuwu ( NSSK). Sejak saat itu, ‘Sang Sabda’ senantiasa berziarah bersama para penghuninya sampai pada usianya yang ke-25 ini.

Bersamaan dengan perkembangan Gereja Katolik di Nusa Tenggara, panggilan hidup membiara juga mengalami kemajuan. Banyak anak muda terpanggil untuk hidup membiara dan juga menjadi misionaris SVD, baik sebagai calon imam maupun sebagai bruder.  Mereka datang dan mengalami dashyatnya tempat pembinaan ini. Mereka datang untuk mengalami dan membiarkan diri mereka ‘disapa dan disentuh’ oleh Sang Sabda. Mereka pasrah agar diubah oleh Sang Sabda. Kuwu adalah representan dari keindahan, kesunyian dan cinta yang tak pernah akan terlupakan. Barangkali begitulah gambaran para novis akan almamaternya yang kini menapaki ziarah peraknya.

Selama 25 tahun ziarahnya, NSSK senantiasa memperoleh berkat yang berlimpah yang ditandai dengan kelimpahan panggilan. Banyak anak muda yang memilih NSSK sebagai tempat menata hidupnya agar kelak menjadi biarawan dan misionaris SVD. Selain bagi NSSK sendiri, banyaknya panggilan masuk SVD merupakan berkat kasih Tuhan bagi SVD Sejagat. Karena itu, perhatian dewan generalat akan rumah formasi sebagai ‘dapur’ misionaris sangat terasa.

Dari tahun 1993-2018, tercatat telah 1343 novis yang menjadi masa novisiatnya di NSSK. Dari jumlah tersebut, 174 orang telah menerima tahbisan imam dan mengikrarkan kaul kekalnya dalam SVD. Mereka mengalami karya Tuhan melalui refleksi pribadi, ratio, kontemplasi, penyembuhan luka batin, proses disermen, hidup berkomintas, pendekatan psiko-spiritual, pengalaman bermisi, evaluasi formasi dan akhirnya mengambil keputusan untuk panggilan dan masa depan mereka.

Naskah dan foto  dari Pater Danto SVD – Sumber data Dokumentasi NSSK