Pemimpin: Lakukan Apa yang Sudah Anda Katakan

shutterstock_110287379

Renungan Akhir Pekan 

Bacaan: Mat 23:1-12

Pemimpin adalah orang yang memiliki kedudukan paling tinggi dalam sebuah organisasi. Dengan wewenang yang dimiliki, ia bisa menentukan maju atau mundurnya sebuah organisasi. Semua perkataannya harus didengar karena hal tersebut penting bagi kemajuan organisasi. Dalam arti tertentu, pemimpin harus menjadi roh dalam organisasi.

Para pecinta kabarmisionaris. Anda ingin menjadi pemimpin? 

Ada sebuah pengalaman menarik. Saya pernah bekerja di suatu perusahaan nirlaba. Sebagai staf  baru,  pilihanku adalah hanya diam dan mengikuti semua perintah dari atasan secara saksama. Di hadapan pemimpin perusahaan, kami saling menghargai. Tindakan dan tutur kata, kami jaga, dan hal ini bukanlah sesuatu yang dibuat-buat. Ini spontanitas.

Pada suatu hari, kami mendapat briefing dari pimpinan. Beliau menjelaskan tentang situasi goncang yang sedang dialami oleh perusahaan. Dengan berbagai kata bijak penuh optimisme, sang pemimpin menguatkan kami untuk tetap bertahan menghadapi situasi ini. Sesudah briefing, seorang teman (senior) menggerutu sepanjang jalan pulang.

Sesudah saya mencari tahu alasan di balik gerutuannya ternyata ia dan juga teman-teman yang lain memang tidak suka dengan gaya kepemimpin sang bos. Menurut mereka, sang pemimpin sering tidak konsisten. Terkadang pembicaraan dan tindakan sang pemimpin tidak sinkron.

Memang menjadi seorang pemimpin (leader) tidak mudah. Bawahan akan terus mengawasi pimpinannya. Sejauh mana pemimpin itu mampu bicara dan berbuat? Apakah ia hanya sanggup bicara dan tidak pernah berbuat? Singkatnya, mereka membutuhkan seorang pemimpin yang konsisten. Artinya, ia berbicara dan berbuat. Apa yang direncanakan wajib dilakukan.

Para pencinta kabar misionaris yang saya kasihi, bacaan Injil pada hari ini (Mat 23:1-12) mengisahkan tentang Yesus mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Yesus berkata kepada murid-muridNya,” Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu,  tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban berat lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang” (ayat 1 -5a).

Selanjutnya  Yesus menjelaskan lagi perbuatan-perbuatan nyata yang dilakukan oleh ahli Taurat dan orang Farisi dalam kehidupan sehari hari yakni; “mereka suka memakai tali sembayang yang lebar, suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan tempat terdepan di dalam rumah ibadat, suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil rabi. “ (ayat 5b-6)

Para pemuka bangsa Yahudi dikecam Yesus karena mereka membuat aturan dengan mengacu pada kitab Taurat, tetapi mereka sendiri tidak menaati aturan itu. Malahan mereka menggunakan aturan itu untuk menambah beban masyarakat kecil. Yesus mengehendaki agar para pemuka Yahudi juga harus taat kepada aturan yang mereka buat untuk masyarakat umum.

Saudara/saudari terkasih, ada satu pesan untuk kita renungan hari ini, jadilah pemimpin yang baik, lakukanlah apa yang sudah Anda katakan atau yang sudah Anda janjikan. Jaga kepercayaan orang lain. Jangan sampai orang menanggap kita pemimpin yang suka berbual. Salam akhir pekan. (Hans Baltazar Asa)

sumber foto: http://blogs-images.forbes.com/amyanderson/files/2013/02/shutterstock_110287379.jpg