Pembangunan Ruang Kelas Belajar Sederhana (RKBS) SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka

SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka yang berdiri sejak tahun 2014, dengan alamat Jln. San Juan kelurahan Sarotari, kecamatan Larantuka, kabupaten Flores Timur merupakan lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonedia – Dirjen Bimas Katolik.

Sekolah yang telah berdiri dan berjalan 5 tahun dari 2014 – 2018 telah menamatkan dua (2) angkatan. Sebagai lembaga pendidikan yang baru berdiri dan sementara berproses, SMAK ini terus bergiat dengan pemberdayaan serta peningkatan fasilitas di sekolah.

Terkait pembangunan fisik, sejak tahun 2017, lembaga pendidikan SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka memperoleh bantuan dari Kementerian Agama, dalam hal ini Dirjen Bimas Katolik untuk pembangunan gedung sekolah baru. Dana bantuan untuk pembangunan sebesar Rp. 2 miliar, dengan rincian pembangunan fisik Rp. 1,8 miliar, Rp. 200 juta Mebeler (meja, kursi, jendela, pintu dan lemari). Pembangunan gedung tersebut melalui pelelangan proyek. Pembangunan empat (4) lokal gedung tersebut selesai pada Desember 2017 dan dipergunakan mulai April 2018.

Dalam perjalanan waktu, SMAK St. Fransiskus Asisi masih membutuhan beberapa gedung guna memenuhi dan menunjang kegiatan belajar-mengajar. Pada awal bulan Mei 2018, SMAK St. Fransiskus Larantuka merancang pembangunan beberapa ruang belajar. Realisasi pembangunan tersebut terjadi pada tanggal 14 Mei 2018 dan target selesai tanggal 07 Juli 2018, sehingga dapat dipergunakan pada tahun ajaran baru 2018/2019.

Kepala SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka, Romo Martinus Kapitan Sogen, Pr, S.pd bertindak selaku penanggung jawab pembangunan dan Bapak Jenifridus Naitili, S.Pd ditetapkan sebagai Ketua Panitia Pelaksana Pembangunan RKBS.

Ketua Panitia Pelaksana Pembangunan, Jenifridus Naitili, S.pd menyampaikan bahwa besaran dana pembangunan adalah Rp. 360 juta. Sumber dananya dari swadaya orangtua siswa sebesar Rp.200 rb/siswa dan terkumpul hingga hari ini Rp. 22,9 juta.

“Dana ini menjadi modal awal pembangunan gedung RKBS 6 (enam) lokal”, seperti disampaikan ketua panitia. Lebih lanjut, Romo kepala sekolah selaku penanggung jawab pembangunan, bersama ketua panitia masih mengharapkan bantuan dari berbagai pihak guna penyelesaian pembangunan RKBS demi mencerdaskan anak-anak bangsa, khususnya di Kabupaten Flores Timur. Ketua Panitia menyampaikan bahwa pembangunan RKBS kini telah mencapai 45 % dan sangat diharapkan selesai tepat pada waktunya. Semoga. (Karolus Banda Larantukan).