Mengenang Kepergian Pater Agus Anunut, SVD

IMG-20160801-WA0010

Seorang Misionaris muda SVD, Pater Agus Anunut, SVD, dikabarkan meninggal di Jerman (30 Juli 2016 waktu setempat). Kabar kematiannya begitu mengejutkan banyak orang sebab Pater Agus, SVD, pergi ke Jerman pada tanggal 27 Juni 2016, untuk mengisi liburan musim panas sambil belajar bahasa Jerman.

Pater Damian Ray SVD, teman seangkatan Pater Agus Anunut SVD, dalam akun Face booknya menguraikan latar belakang kesehatan Pater Agus Anunut SVD, menjelang kematian menjemput Pater Agus.

“Pater Agus SVD, sebelum berangkat ke Jerman beberapa minggu lalu, telah melakukan pemeriksaan kesehatan di salah satu Rumah Sakit di Roma. Tetapi, belum sempat menerima hasil dokter, Pater Agus sudah berangkat ke Jerman untuk mengikuti kursus bahasa Jerman selama liburan musim panas. Menurut hasil pemeriksaan dokter di Roma, Pater Agus mengidap penyakit Hepatitis B kronis.

Setelah beberapa hari di Jerman, Pater Agus diopname di salah satu Rumah Sakit di Bon Jerman. Di sana dokter mengatakan bahwa Pater Agus tidak mengidap hepatitis B melainkan mengidap penyakit paru-paru kronis. Ada jenis bakteri berbahaya yang menyerang paru-parunya. Lalu akibat selanjutnya, Pater Agus tidak bisa makan. Dipaksa pun dia tidak mau.

Hari-hari selanjutnya kondisi tubuh Pater Agus kian memburuk. Beberapa konfrater Indonesia yang menjenguknya merasa prihatin. Mereka sudah mendorong dengan berbagai cara agar Pater Agus harus makan, dokterpun demikian. Tapi, segala niat dan usaha itu nampak sia-sia. Pater Anton Kamnahas SVD, Pater Hendrik Maku SVD, Pater Fidelis Waton SVD,  Pater Niko Koban SVD, Pater Bastian Limahekin SVD, tentu tahu lebih baik tentang kondisi terakhirnya. Karena mereka adalah konfrater Indonesia yang sempat menjenguk beliau.

Semalam saya mencari informasi ke Generalat di Roma. Pater Alex Dancar SVD, mengatakan bahwa penyakit Pater Agus SVD sangat kompleks. Fungsi ginjalpun rusak berat, juga fungsi hati. Bakteri berbahaya itu menjalar dengan begitu cepat,” demikian Pater Damian Ray SVD, Misionaris SVD yang saat ini bertugas di Italia Varone, tempat Pater Agus dulu bertugas.

Saat berbaring di rumah sakit di Jerman, Pater Agus juga dikunjungi Pater Bastian Limahekin SVD. Menurut Pater Bastian, kondisi Pater Agus berubah drastis pada dua kali kunjungannya. Saat pertama kali mengunjungi Pater Agus, kondisi kesehatan Pater Agus cukup baik. Pater Agus masih bisa tertawa, bisa makan (Pater Bastian yang menyuapinya). Kunjungan kedua (satu minggu sesudah itu) Pater Agus kelihatan murung, tidak bisa makan lagi. Sebagai teman kelas, Pater Bastian berusaha mendorong Pater Agus agar ia mau makan, tetapi tidak berhasil. “Tetapi saya tetap optimis bahwa Pater Agus bisa segera sembuh,”Pater Bastian sangat percaya akan proses pemulihan.

Akhir pekan tanggal 22-24 Juli, Pater Bastian tidak sempat mengunjungi Pater Agus karena ia harus mengunjungi saudaranya di Freiburg dan Pater Bastian berencana mengunjungi Pater Agus lagi pada hari Minggu 29 Juli 2016. Pada waktu setempat, ternyata Pater Agus sudah kembali ke Surga. “Dia pergi terlalu cepat. Sebagai teman kelas, saya belum siap saat menerima kabar duka itu.” Pater Bastian Limahekin SVD, saat ini sedang mengambil studi dengan konsentrasi Ethics and Social and Political Philosophy di Hoger Instituut voor Wijsbegeerte-Ku Leuven.

Pater Agus Anunut, SVD lahir pada tanggal 27 September 1975 di Kefamenanu, tepatnya di Kampung Inbate. Ia menyelesaikan pendidikan di Seminari Menengah-Lalian-Atambua dan kemudian masuk ke Novisiat Kuwu-Ruteng. Sesudah itu ia melanjutkan pendidikan di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero dan berpraktik pastoral (sebagai frater TOP) di UNIKA Kupang dan mengikrarkan kaul kekal pada tahun 2004. Pater Agus Anunut ditabiskan menjadi imam pada tahun 2005 dan mendapat tempat tugas pertama di Italia. Dua tahun sesudah bekerja di Italia, Pater Agus kembali ke Timor. Beberapa saat sebelum dikirim studi ke Roma, Pater Agus sempat berkarya di Novisiat Nenuk sebagai pembina (socius) untuk para frater novis.

Pada tahun 2005, Pater Agus Anunut, SVD dikirim studi di Roma, tepatnya di Pontificio Instituto Giovani Paolo II dengan konsentrasi studi: Pastoral Keluarga. Menurut Informasi dari Pater Bernard Blolong SVD (saat ini sedang mendalami Islamolog di Roma), selama masa studinya, Pater Agus tinggal bersama komunitas SVD di Roma tepatnya di Colegio SVD-Roma.

Hingga berita ini dipublikasikan, informasi dari Rektor Collegio, (sebagaimana yang diinformasikan Pater Aleks Dancar SVD kepada Pater Damian Ray) bahwa Pater Nikolas, sebagai rektor di Collegio sudah berkomunikasi dengan Provinsial SVD di Timor. Dan pihak provinsial SVD Timor sudah mengunjungi keluarga Pater Agus diKefa. Bersama keluarga Pater Agus di Kefa, Pater Provinsial SVD Timor telah memutuskan bahwa almarhum Pater Agus akan dikuburkan di Jerman pada hari Kamis siang, 4/8/2016 pukul 14.30 waktu Sant Augustin Jerman. Komunitas awam Indonesia di Jerman dan sekitarnya siap mengiringi misa pemakaman dengan koor.

Selamat jalan Pater Agus Anunut  SVD. Keluarga, para sahabat, dan umat terkasihmu mendoakan keselamatanmu. Di usiamu yang masih sangat muda (41 tahun), keluarga di Kefa-dan Keluarga besar SVD, serta seluruh umat merasa kehilangan seorang imam terbaik mereka. Engkau misionaris Tuhan yang menghembuskan nafas terakhir di tanah misi dan keluarga merelakanmu dimakamkan di tempat engkau belajar dan berkarya. Dalam iman, kami percaya, Pater sudah berbahagia di rumah Bapa. (Bill Halan)

 

Sumber informasi:

Pater Damian Ray SVD, Pater Bernard Blolong SVD, Pater Bastian Limahekin SVD.