Lawan Kanker Payudara

lawan kanker payudara

http://kabarmisionaris.com/lawan-kanker-payudara.html

Dinda, seorang survivor (pejuang penyakit kanker) kanker payudara, menjadi pencetus lahirnya Pink Shimmerinc. Pink Shimmerinc merupakan wadah untuk memberikan dukungan dan edukasi untuk para survivor kanker. Menurut Dinda, warna pink atau merah muda merupakan lambang warna untuk kanker payudara sementara shimmerinc diambil dari kata shimmering merupakan istilah yang diambil dari salah satu teknik dalam tata rias yang membuat wajah menjadi lebih berkilau.

“Karena saya sebenarnya juga make up artist, jadi biasanya selain memberikan dukungan dan edukasi, Pink Shimmerinc juga memberikan beauty class. Tujuannya adalah agar para penderita kanker tetap tampil cantik meskipun sedang sakit karena biasanya saat perawaan rambut akan rontok, tubuh lebih kurus, dan tampilan tidak menarik. Lewat beauty class ini, penderita kanker diajak untuk lebih percaya diri karena bisa tampil lebih menarik, ”Dina menjelaskan.

Dinda adalah salah satu penderita kanker payudara yang sembuh sesudah melewati perawatan dokter. Dinda menyadari bahwa selain perawatan dokter, ia mendapat dukungan yang besar dari pasangannya dan juga dukungan dari keluarga, serta teman-teman, ketika dirinya mengalami shock berat, bahkan depresi.

Dinda merasa bersyukur karena keluarganya tidak lantas memperlakukannya dengan berlebihan, tetapi menganggap dan memperlakukan sakitnya sebagai sesuatu yang biasa saja. Dinda menjalankan gaya hidup sehat dan berpikir positif, tetap cerita, dan optimis.

Dinda kemudian tergerak untuk membagikan semangat dan optimisme yang sama, yang mengantarnya sehingga bisa sembuh. Melalui Pink Shimmerinc, Dinda menyadarkan para penderita kanker bahwa mereka tidak sendiri, banyak orang yang mengalami hal serupa. Perawatan medis, dukungan orang terdekat dan optimisme, bisa melepaskan seseorang dari penyakit kanker seperti dirinya.

Kita mengharapkan agar semakin banyak hadir generasi seperti Dinda, yang mau berbagi pengalaman positif, memberi dukungan positif, yang menyebarkan optimisme, dan  membantu mencari solusi untuk setiap masalah bukan malah mengintimidasi dan memberi informasi yang menyesatkan. Memberi informasi yang benar dengan cara yang tepat, dengan tujuan yang mulia dapat membantu menyembuhkan orang yang sakit, termasuk kanker. Sebaliknya informasi yang menyesatkan merugikan dan menghancurkan orang lain.

“Yesus bekata kepada murid-murid-Nya: Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini” (Lukas 17:1-2) (Bill Halan)

 (Sumber Kompas 7 November 2014)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *