Lagu Kuan Fatu: Mengiringi Upacara Pemakaman Pater Agus Anunut SVD, di Jerman

13931440_10205012047900826_537282181_o

Sesudah Pimpinan SVD di Roma menginformasikan bahwa Provinsial SVD di Timor sudah menyampaikan kepada keluarga, perihal meninggalnya Pater Agus Anunut SVD, dan keluarga Pater Agus juga merelakan agar Pater Agus dikuburkan di Jerman maka perayaan ekaristi penguburan Pater Agus pun dilakukan di Jerman. Berikut laporan kontributor Kabarmisionaris.com di Jerman, Vian Lein

 

Sankt Augustin, Jerman, 04/08/2016

Kali ini lagu requiem „Bahagia „Abadi“ dinyanyikan di Krypta Seminari Tinggi SVD Sankt Augustin, Jerman dalam misa requiem untuk Almahrum P. Agustinus Anunut, SVD pada Jumat, 04 Juli 2016, pukul 14:30 waktu setempat yang dihadiri oleh kurang lebih seratus umat.

Dalam perayaan ekaristi yang dipimpin oleh P. Fidelis Regi Waton, SVD hadir juga Pater Rektor Collegio SVD Roma, teman kelas almahrum, Pater Damian Ria Pai SVD dan Pater Sebastian Limahekin SVD, suster-suster misionaris SSpS asal Indonesia, serta sejumlah umat ekumene Indonesia.

13902161_10205012045980778_1727986458_o

Pater Fidelis, yang juga memimpin ibadat pemakaman, dalam Khotbahnya menguaraikan ziarah hidup Pater Agustinus dalam terang Kitab Pengkhotbah „segala sesuatu ada waktu“ dan simpul refleksi Franz von Sales „Saat untuk mencari Tuhan adalah HIDUP, saat menemukanNya adalah KEMATIAN, dan saat untuk memilikiNya adalah KEABADIAN“.

(baca juga: kisah hidup Pater Agus, pendidikan, karya pastoral, saat-saat menjelang kematian dan kerelaan keluarga tentang penguburan Pater Agus)

“Ziarah  Pater Agus adalah sebuah pencaharian sebagai manusia dan sekaligus sebagai misionaris yang berawal di tanah kelahiran, di Seminari Menengah Lalian, Seminari Tinggi Ledalero, di tempat tugas dan studi, di Roma, hingga berakhir di Jerman. Kini debar kerinduan dan ziarah pencariannya akan Tuhan berakhir dalam peristiwa kematian, yang di dalamnya ia berjumpa dengan Tuhan,” demikian Pater Fidelis mengenang.

13900811_10205012250545892_535862979_n

Sr. Kori, SSpS, biarawati yang berasal dari kampung yang sama dengan Pater Agus SVD, menuturkan, bahwa keluarga menginginkan untuk juga bisa berpamitan dengan Pater Agus sebelum beliau dimakamkan. Karena itu, sebelum pihak institut pemakaman Kota Sankt Augustinus menutup peti jenazah, pihak keluarga memiliki kesempatan untuk berpamitan dengan Pater Agus, meskipun hanya lewat HP yang didekatkan pada telinga Pater Agus. Suasana haru kian meliputi seluruh upacara pemakaman. Entah apa yang dibisikkan keluarga di telinga Pater Agus, tidak ada yang tahu, kecuali keluarga dan Pater Agus sendiri.

Sebelum peti jenazah diturunkan, rekan-rekan imam, suster dan frater asal Timor menyanyikan sebuah lagu Dawan „Kuan Kefa“. Lagu ini mengisahkan kerinduan seorang perantau akan kampung halaman dan keluarga nun jauh di sana.

13942263_10205012251785923_657605663_n

“Kami menyanyikan lagu ini untuk mengenang Ka’e Agus yang adalah seorang misionaris di Eropa. Dan sebagai misionaris di negara orang, dia juga adalah seorang perantau yang senantiasa rindu akan kampung halaman dan keluarga,” ujar Frater Janer dan Frater Beny, yang pernah mengalami kebersamaan dengan Pater Agus, ketika Pater Agus, menjadi Socius (pembina) di Novisiat SVD Nenuk.

Setelah peti jenazah diturunkan ke liang lahat, Koor menyanyikan lagu „Ina Maria“ sebagai ungkapan penyerahan kepada Sang Bunda Maria.

Pater Agus meninggal dunia di Rumah Sakit Uni Klinik Bonn, Jerman dan dimakamkan di pekuburan SVD Sankt Augustin, Jerman, 04 Agustus 2016 (Naskah Vian Lein, Foto: Vian Lein dan Niko Koban)