Juan Pedro-Bobot 500 kg: Tubuh jadi Penjara

dsc_0136

Juan Pedro, pria kelahiran Mexico city, berusia 32 tahun, dikabarkan turun dari kasur, setelah selama 6 tahun ia berbaring di tempat itu. Alasan utama baginya untuk bertahan di atas kasur karena ia kesulitan untuk bangun, berat badan Juan Pedro tercatat 500 Kg. Dalam kondisi tubuh seperti ini, Juan mengakui bahwa tubuhnya, telah ia alami sebagai penjara. Sebab tubuh yang sama telah menghalangi Juan untuk melakukan banyak aktivitas lain seperti orang-orang normal.

Tim dokter, sebagaimana diberitakan, menyebutkan bahwa berat tubuh Juan meningkat drastis sesudah Juan berusia 17 tahun. Sejak ukuran tubuhnya meningkat, Juan sendiri tidak dapat mengontrol pertambahan berat tubuhnya itu. Dengan kondisi seperti ini Juan mengakui bahwa tubuhnya benar-benar penjara.

Pengalaman Juan adalah pengalaman bersama tubuh. Dalam sejarah banyak bangsa-bangsa, tubuh dilihat terpisah dari jiwa. Socrates, sang filsuf besar Yunani meninggal dengan wajah tersenyum sesudah meneguk racun yang diberikan para musuh sebab bagi Socrates jiwa harus dibebaskan dari tubuh, tubuh itu penjara jiwa. Banyak agama juga menganut gagasan yang sama sehingga tubuh itu bisa dihancurkan agar jiwa terbebas dari penjara tubuh.

Hal ini berbeda dengan Yesus. Di atas salib, Ia menderita, menjerit sebagai pribadi yang kesakitan, tubuh dan jiwa adalah bagian yang tak terpisahkan. Tubuh bukan penjara jiwa, tubuh adalah kenisah roh. “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” (1 Kor 4:16). Yesus yang bangkit, Ia datang dengan tubuh dan jiwa yang sama. Kepada Thomas Ia tunjukkan bekas luka pada tangan dan lambung-Nya.

Niat dan aksi kita sebagai pengikut Kristus untuk menyelamatkan jiwa harus pula diikuti dengan niat dan aksi untuk menyelamatkan tubuh, melawan segala bentuk aksi yang merusakkan tubuh. Mulailah dari diri sendiri !!!  (Bill Halan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *