Bersedialah, jika Anda Tidak Dipilih

DSC_0784

Bacaan: Sir. 3:17-18,20,28-29; Mzm. 68:4-5ac,6-7ab,10-11; Ibr. 12:18-19,22-24a; Luk. 14:1,7-14

“Lakukanlah pekerjaanmu dengan sopan, ya anakku, maka engkau akan lebih disayangi dari pada orang yang ramah-tamah. Makin besar engkau, makin patut kaurendahkan dirimu” (Sir 3: 17-18)

Nasehat injil hari ini sangat istimewa, bagaimana menjadi orang yang rendah hati. Untuk itu, Tuhan Yesus menggunakan perumpamaan tentang memilih tempat sebagai tamu saat mengikuti pesta. Bagaimana sikap tamu saat menghadiri sebuah undangan?

Pada prinsipnya, kehadiran tamu menjadi kegembiraan tersendiri bagi tuan pesta. Meskipun demikian, ketika berada di tempat pesta, tamu harus patuh pada segala aturan yang sudah ditetapkan tuan pesta, termasuk saat menentukan tempat duduk.

Tuan pesta sudah mengatur, siapa saja yang patut duduk di tempat paling depan, tentu dengan pelbagai pertimbangan. Misalnya tuan pesta memberi tempat istimewa bagi orang yang sudah berjasa bagi tuan pesta sehingga orang ini mendapat tempat di depan. Dengan demikian, para tamu yang lain harus menghargai keputusan tuan pesta, sebab tuan pesta sudah menyiapkan tempat istimewa bagi mereka yang masuk dalam kriterium sang tuan pesta. Apakah dengan demikian para tamu yang lain tidak istimewa?

Para tamu yang lain dihargai, tetapi untuk pesta ini, ada orang lain yang lebih istimewa. Mungkin di tempat pesta yang lain, Anda menjadi orang yang spesial. Cara berpikir ini akan membantu kita mengatasi godaan untuk mengatur orang lain. Apalagi, kita harus memaksa orang lain untuk memasukkan diri kita dalam daftar orang-orang istimewa di hati tuan pesta. Selain itu, kita disadarkan bahwa kemungkinan untuk menjadi orang istimewa masih sangat terbuka, bergantung pada sikap hidup kita.

Orang yang rendah hati sadar bahwa bobot atau kualitas diri turut ditentukan oleh sikap menghargai keputusan orang lain, bahkan dalam kasus yang paling ekstrim ketika kita tidak diperhitungkan sebagai salah satu dari mereka yang dianggap istimewa. Masing-masing orang memahami batas kemampuannya sehingga orang tidak perlu menjadi guncang apalagi marah karena keputusan seperti ini. Bersedialah jika Anda tidak terpilih.

Dalam Sirakh, Tuhan menasehatkan, “Lakukanlah pekerjaanmu dengan sopan, ya anakku, maka engkau akan lebih disayangi dari pada orang yang ramah-tamah. Makin besar engkau, makin patut kaurendahkan dirimu” (Sir 3: 17-18). Tekunlah dalam pekerjaanmu sebab Tuhan akan terlibat dalam seluruh rencana dan niat baik kita. Dan kita akan menjadi besar bukan terutama karena prestasi kita tetapi karena kemurahan Tuhan. (Bill Halan)

 

1 Comment
  1. 1 tahun ago
    manicure

    You made some really good points there. I looked on the internet
    for more information about the issue and found most people will go
    along with your views on this website.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *