Bayangkan! Kalau Hidup Tanpa Setrika Listrik

http://kabarmisionaris.com/bayangkan-kalau-hidup-tanpa-setrika.html

http://kabarmisionaris.com/bayangkan-kalau-hidup-tanpa-setrika.html

Kata setrika berasal dari kata bahasa Belanda strijkizer yang berarti menghilangkan kerutan pada baju dengan alat yang dipanaskan. Cerita tentang setrika itu mulai dari Tiongkok.

Satu abad sebelum Masehi, orang Tiongkok sudah menggunakan panci atau wajan besi dengan pegangan panjang yang diisi dengan air panas atau arang. Benda tersebut kemudian ditekan ke atas kain.

Kata iron (setrika dalam bahasa Inggris), berasal dari sadirons atau sad irons, sebutan setrika yang muncul pada abad ke-17. Setrika ini dibuat dari lempengan baja tebal yang dipanaskan di atas api. Bagian atas besi ini diberi pegangan yang juga terbuat dari logam, karena logam juga terasa panas ketika digunakan maka pada masa itu orang melapisinya dengan kain tebal.

Pada tahun 1870, seorang ibu rumah tanggai di AS, Mary Florence Potts, menemukan pegangan yang dapat dilepas, membuat tugas menyetrika lebih mudah. Selanjutnya, setrika diisi dengan batu  bara panas. Inilah yang paling dekat dengan seterika arang yang kita kenal.

Setrika ini dibuat dari besi kokoh, awalnya beratnya setrika mencapai tiga kilo gram. Tentu menyetrika amat melelahkan. Pada abad ke 19 dan awal abad 20, banyak setrika menggunakan bahan bakar seperti kerosene, etanol dan gas.

Hidup jadi terasa lebih mudah ketika Henry W Seeley dari New York memperkenalkan setrika listirk pada tahun 1882.

***

Dalam hidup, orang-orang seperti Mary Florence Potts dan Henry W Seeley, memang patut dikenang. Mereka  dikenang bukan karena gelar atau jabatan yang melekat, tetapi karena mereka mencari solusi atas masalah dan bukan mempermasalahkan masalah.

Salah satu sumber inspirasi yang menjadi rujukan bagi setiap solusi yang  hendak ditempuh adalah firman Tuhan.

“Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.”  (Luk 11: 28) (Bill Halan)

Sumber inspirasi , Kompas 01 Agustus 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *